Perlukah Anak Mengonsumsi Vitamin Tambahan?

  • 31 Mei 2026 11:38 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Banyak orang tua memberikan vitamin tambahan agar anak lebih sehat dan lahap makan. Namun, tidak semua bayi dan anak membutuhkan suplementasi vitamin maupun mineral.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dalam laman idai.or.id, suplementasi diberikan jika kebutuhan mikronutrien anak tidak terpenuhi dari makanan sehari-hari. Dengan kata lain, vitamin tambahan bukan pengganti pola makan yang sehat dan seimbang.

Salah satu vitamin yang direkomendasikan adalah vitamin A. WHO mencatat suplementasi vitamin A dapat membantu menurunkan angka kematian anak dan risiko kematian akibat diare. Di Indonesia, program pemberian vitamin A sudah dilakukan secara rutin setiap Februari dan Agustus. Program ini ditujukan untuk bayi dan balita sesuai kelompok usia yang dianjurkan.

Selain vitamin A, zat besi juga menjadi perhatian penting. Menurut WHO, zat besi berperan dalam pertumbuhan otak, daya tahan tubuh, serta kemampuan belajar anak.

"Iodium merupakan mineral yang penting untuk pertumbuhan berat dan tinggi badan serta perkembangan kecerdasan otak," tulis dr. Angga Wirahmadi, Sp.A dalam laman IDAI (idai.or.id). Kekurangan iodium pada balita bahkan dapat berdampak pada penurunan kemampuan intelektual.

Mineral lain yang tidak kalah penting adalah zink atau seng. Secara tidak langsung, WHO menyebut suplementasi zink dapat membantu menurunkan kejadian diare dan pneumonia pada anak.

Meski beberapa vitamin dan mineral terbukti bermanfaat, pemberiannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Karena itu, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan suplemen kepada anak. (Hil)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....