Alasan Ilmiah Penyebab Mata Berkedut
- 31 Mei 2026 05:50 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID., Surakarta - Mata berkedut atau dalam istilah medis disebut myokymia kelopak mata merupakan kondisi umum yang sering dialami banyak orang. Fenomena ini ditandai dengan gerakan halus dan berulang pada otot kelopak mata yang biasanya berlangsung sementara.
Sejumlah penelitian di bidang neurologi dari berbagai universitas di Indonesia menunjukkan bahwa kondisi ini umumnya tidak berbahaya namun berkaitan erat dengan gaya hidup dan kondisi fisiologis tubuh. Faktor utama yang sering memicu mata berkedut adalah stres, kelelahan, dan konsumsi kafein berlebih.
| Baca juga: Tanda-tanda Tubuh sedang Mengalami Stres |
Penelitian dari fakultas kedokteran di Indonesia seperti Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga menemukan bahwa stimulasi sistem saraf akibat stres dapat meningkatkan aktivitas otot halus di sekitar mata. Kurang tidur juga memperburuk respons saraf sehingga kelopak mata lebih mudah berkontraksi tanpa disadari.
Secara ilmiah, mata berkedut terjadi akibat gangguan ringan pada saraf motorik yang mengendalikan otot orbicularis oculi. Aktivitas listrik saraf memicu kontraksi spontan yang tidak dapat dikendalikan oleh kesadaran.
Studi neurologi dari Universitas Gadjah Mada dalam kajian kedokteran nasional menunjukkan bahwa kondisi ini sering bersifat sementara dan akan mereda ketika faktor pemicu dikurangi.
Paparan layar digital yang lama menjadi pemicu umum di era modern. Penelitian di lingkungan akademik kedokteran Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan gawai berlebihan dapat menyebabkan mata kering yang meningkatkan iritasi dan memicu kedutan.
Ketidakseimbangan elektrolit seperti magnesium dan kalium juga meningkatkan sensitivitas saraf pada otot kelopak mata. Meskipun sering dianggap sepele mata berkedut sebaiknya tidak diabaikan jika terjadi terus-menerus dalam jangka panjang.
Perubahan pola tidur, pengurangan kafein, dan manajemen stres disarankan dalam literatur medis Indonesia. Jika kondisi tidak membaik pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan neurologis serius. (Arifin)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....