Hewan Kurban Bergerak, Normal atau Tidak?
- 27 Mei 2026 06:40 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Fenomena hewan yang masih bergerak setelah disembelih sering memunculkan pertanyaan di masyarakat. Sebagian orang bahkan menganggapnya sebagai sesuatu yang mistis atau keajaiban.
Padahal secara ilmiah, gerakan seperti kaki menendang, otot berkedut, atau tubuh kejang masih bisa terjadi secara normal. Mengutip dari akun Instagram drh. Risky Aprillian, M.Sc. @risky.aprillian, kondisi tersebut muncul karena saraf dan otot masih memiliki aktivitas refleks meski otak mulai kehilangan suplai oksigen.
Namun situasinya berbeda jika hewan tampak masih sadar atau bahkan mampu berlari setelah disembelih. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa proses penyembelihan tidak dilakukan secara sempurna.
Dalam Islam, proses penyembelihan memiliki aturan yang jelas dan menekankan prinsip ihsan atau perlakuan baik terhadap hewan. Rasulullah SAW juga menganjurkan agar penyembelihan dilakukan dengan cara yang cepat dan tidak menyiksa.
Secara anatomi, pada leher hewan terdapat beberapa bagian penting seperti pembuluh darah, saluran napas, dan saluran makan. Dalam penyembelihan halal, bagian-bagian utama tersebut harus terputus dengan tepat.
Tujuannya agar aliran darah berhenti dengan cepat sehingga hewan segera kehilangan kesadaran. Dengan begitu, proses kematian berlangsung lebih singkat dan meminimalkan rasa sakit.
| Baca juga: Kebiasaan yang Diam-Diam Merusak Sendi Kaki |
Jika pembuluh darah tidak terpotong sempurna, suplai darah ke otak masih tetap berlangsung. Akibatnya, hewan bisa bertahan sadar lebih lama setelah disembelih.
Karena itu, keterampilan juru sembelih menjadi faktor yang sangat penting. Pisau harus benar-benar tajam dan penyembelihan dilakukan secara cepat serta efektif.
Praktik menyembelih berulang kali tanpa alasan yang jelas tidak dianjurkan karena dapat menambah penderitaan hewan. Prinsip utama dalam penyembelihan halal adalah mengurangi rasa sakit semaksimal mungkin.
Selain berkaitan dengan kehalalan, proses ini juga menyangkut kesejahteraan hewan dan kualitas daging yang dikonsumsi manusia. Penyembelihan yang baik menjadi bagian penting dari nilai ibadah dan tanggung jawab moral.
(Ridho Wicaksono)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....