Kafein Picu Lebih Sering Buang Air Kecil, Ini Penjelasan Medisnya

  • 25 Apr 2026 15:50 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kebiasaan minum kopi atau teh di pagi hingga malam hari memang sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Namun, di balik manfaatnya sebagai penambah energi, kafein ternyata memiliki efek langsung terhadap sistem saluran kemih.

Dalam kajian urologi yang ditulis oleh Leonard G. Gomella dalam www.urotoday.com, disebutkan bahwa konsumsi kafein, terutama dari kopi dan teh, dapat memicu peningkatan frekuensi buang air kecil, bahkan hingga menimbulkan rasa urgensi yang mengganggu.

“Kopi dikenal luas sebagai penyebab umum frekuensi buang air kecil, urgensi, nokturia, hingga inkontinensia pada peminum berat,” ucap Gomella dalam editorialnya.

Secara medis, kafein memiliki sifat diuretik, yaitu merangsang tubuh untuk memproduksi urin lebih banyak. Kondisi ini membuat seseorang lebih sering ingin buang air kecil.

Tak hanya itu, kafein juga dapat:

  • Menurunkan ambang sensasi kandung kemih,
  • Membuat kandung kemih lebih sensitif terhadap isi urin,
  • Mempercepat keinginan untuk buang air kecil meskipun volume urin belum penuh.

Akibatnya, seseorang bisa merasa “kebelet” lebih cepat, bahkan dalam kondisi kandung kemih belum terisi maksimal. Efek ini akan semakin terasa pada individu dengan gangguan overactive bladder (OAB) atau kandung kemih terlalu aktif. Pada kondisi ini, pasien sering mengalami:

  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat,
  • Rasa ingin buang air kecil yang mendadak,
  • Hingga kebocoran urin (inkontinensia).

Karena itu, pasien dengan OAB umumnya disarankan untuk membatasi konsumsi minuman berkafein, termasuk kopi, teh, soda, hingga minuman energi. Meski sering dianggap lebih ringan, teh tetap mengandung kafein yang dapat memicu efek serupa, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Selain itu, minuman lain yang mengandung kafein, seperti minuman energi dan soda, juga berpotensi meningkatkan produksi urin dan memperparah gejala kandung kemih sensitif.

Selain meningkatkan frekuensi buang air kecil, konsumsi kafein berlebihan juga dapat menimbulkan efek lain seperti:

  • Gangguan tidur (insomnia),
  • Peningkatan detak jantung,
  • Kecemasan,
  • Hingga peningkatan tekanan darah sementara.

Kurang tidur akibat konsumsi kafein berlebih bahkan disebut dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang, termasuk peningkatan risiko penyakit tertentu. Meski demikian, kopi dan teh tetap memiliki berbagai manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Kunci utamanya adalah menjaga keseimbangan dan mengenali respons tubuh masing-masing.

Bagi masyarakat yang mulai merasakan gejala sering buang air kecil, membatasi asupan kafein bisa menjadi langkah awal yang sederhana namun efektif.

Sumber:

Gomella, L.G. (2024). Urology Perspective on Coffee and Tea. Canadian Journal of Urology.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....