Bahaya Dehidrasi saat Lari pada Kesehatan Ginjal

  • 24 Apr 2026 10:27 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Aktivitas lari merupakan salah satu olahraga yang populer karena mudah dilakukan dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, di balik manfaat tersebut ada risiko yang sering diabaikan yaitu dehidrasi.

Menurut doker spesalis urologi Rumah Sakit Umum Paru (RSUP) Surakarta dr. Mega Anara Manurung, Sp.U, dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan cairan lebih banyak daripada yang masuk, sehingga mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Kondisi ini sangat rentan terjadi saat berlari, terutama dalam durasi lama atau pada cuaca panas.

Tanda-tanda seorang pelari mengalami dehidrasi akut meliputi munculnya rasa haus, lemas, pusing, pandangan berkunang-kunang, lari mulai terasa berat, dan tidak ada rasa ingin buang air kecil setelah lari. Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan cairan.

“Pelari itu pasti berkeringat, dari keringat cairan tubuh keluar, tetapi zat sisa pencernaan dan pembakaran dalam tubuh harus dibuang memalui urine, jadi cairan tubuh yang terbuang harus digantikan dengan minum air putih atau minuman elektrolit”, kata dr. Anara.

Pada pelari, dehidrasi yang berlangsung terus-menerus tanpa penanganan dapat menyebabkan kondisi kronis seperti batu ginjal atau bahkan penurunan fungsi ginjal jangka panjang. Hal ini disebabkan oleh konsentrasi urin yang meningkat, sehingga mempercepat pembentukan kristal mineral dalam ginjal. Selain itu, tubuh yang kekurangan cairan juga mengalami gangguan keseimbangan elektrolit, yang semakin memperberat kerja ginjal.

“Kerusakan fungsi ginjal itu akibat dehidrasi tidak terjadi secara langsung tetapi sedikit demi sedikit. Saat dehidrasi warna urine berubah kuning pekat dan kembali bening ketika tubuh sudah terhidrasi. Namun saat urine disertai busa dan darah, serta nyeri pada pinggang belakang, bisa saja mulai terjadi kelainan pada ginjal lalu segera periksa”, ucapnya .

Upaya yang bisa dilakuakan pelari agar tubuh tetap terhidrasi dengan minum yang cukup. Caranya dengan minum 250 ml air sebelum berolahraga, kemudian minum sebanyak 150 sampai 200 ml air setiap 2,5 km. Namun, jika lari diatas 5 km perlu ditambah dengan minuman yang mengandung elektrolit dan gula.

Oleh karena itu, menjaga hidrasi menjadi hal yang sangat penting bagi pelari. Asupan cairan sebelum, selama, dan setelah berlari harus diperhatikan dengan baik. Tidak hanya air putih, tetapi juga cairan yang mengandung elektrolit dapat membantu menggantikan ion yang hilang melalui keringat. (Nuri)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....