Atur Makan dengan Tepat, Kunci Sukses Penyembuhan TBC

  • 24 Apr 2026 10:49 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Tuberkulosis atau TBC masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia, profesi, maupun latar belakang sosial. Penularannya pun cukup mudah, yaitu melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin.

Gejala yang sering muncul di antaranya batuk lebih dari dua minggu, disertai keringat berlebih di malam hari meski tanpa aktivitas. Kondisi ini sering kali tidak disadari sejak awal, sehingga penanganan menjadi terlambat.

Namun, di balik proses pengobatan TBC yang cukup panjang, minimal enam bulan, ada satu hal penting yang sering kali luput dari perhatian, yaitu pola makan dan asupan gizi. Menurut praktisi gizi, Retno Desi Ariyani, S.Gz dalam program dialog Jagongan di Pro4 RRI Surakarta pada 16 April 2026, pengaturan makan memiliki peran besar dalam membantu proses penyembuhan.

Saat tubuh terinfeksi bakteri, sistem imun bekerja ekstra untuk melawan penyakit. Di sinilah peran nutrisi menjadi sangat penting sebagai “bahan bakar” sekaligus “senjata” bagi tubuh.

"Asupan makanan yang cukup energi dan protein membantu memperbaiki jaringan tubuh yang rusak akibat infeksi. Selain itu, vitamin dan mineral seperti vitamin A, B, C, D, zat besi, dan zinc juga berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh, " katanya.

Tidak heran jika penderita TBC sering mengalami penurunan berat badan dan nafsu makan. Hal ini bisa disebabkan oleh infeksi itu sendiri maupun efek samping obat. Karena itu, strategi makan yang tepat perlu diterapkan, seperti makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, serta memilih makanan padat kalori dan protein.

Menu sehari-hari sebenarnya tidak perlu rumit. Prinsipnya adalah gizi seimbang: ada sumber karbohidrat seperti nasi atau kentang, protein dari telur, ikan, ayam, atau tahu-tempe, serta sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral. Jika memungkinkan, tambahan susu juga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Saat mengalami mual, sebaiknya hindari makanan berlemak atau bersantan.

"Jika muncul keluhan sesak napas, makanan yang memicu gas seperti kol, nangka, atau durian bisa dikurangi sementara. Selain itu, minuman seperti alkohol dan soda juga sebaiknya dihindari selama masa pengobatan, " ucapnya.

Yang tak kalah penting adalah menjaga pola hidup sehat secara keseluruhan, cukup istirahat, rutin beraktivitas fisik, dan disiplin minum obat sesuai anjuran tenaga medis. Pengobatan TBC memang membutuhkan waktu dan komitmen, tetapi bukan berarti tidak bisa sembuh. Dengan dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, serta pola makan yang tepat, peluang untuk pulih sangat besar. (Hil)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....