Waspada Campak, RSUD Karanganyar Siagakan 11 Bed di Ruang Isolasi

  • 10 Apr 2026 18:53 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar menyiagakan ruang isolasi khusus untuk mengantisipasi lonjakan pasien campak yang mengalami komplikasi. Langkah ini diambil menyusul adanya laporan temuan kasus di tingkat Puskesmas guna mencegah penularan yang lebih luas, terutama di lingkungan tenaga kesehatan.

Direktur Utama RSUD Karanganyar, Arif Setyoko, menjelaskan hingga saat ini belum ada pasien campak yang menjalani rawat inap di rumah sakit pelat merah tersebut. Meski demikian, pihak rumah sakit tetap melakukan pemantauan ketat dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait sebaran delapan kasus yang ditemukan di lapangan.

“Kalau semalam belum ada pasien campak yang masuk ke RSUD, namun kami tetap melapor ke Dinas Kesehatan dan instansi terkait. Biasanya pasien baru dirujuk ke RSUD jika sudah terjadi komplikasi serius seperti panas tinggi disertai kejang,” ujar Arif Setyoko, Jumat 10 April 2026.

Arif menekankan RSUD Karanganyar telah menyiapkan fasilitas medis yang memadai untuk menangani kasus infeksius tersebut sesuai dengan standar operasional prosedur. Sebanyak 11 tempat tidur atau bed telah disiapkan di ruang isolasi khusus agar tidak terjadi percampuran dengan pasien umum lainnya.

“Kami sudah menyediakan ruang isolasi sesuai SOP untuk mengantisipasi penularan. Total ada 11 bed yang kami siapkan di ruang isolasi tersebut guna memberikan pelayanan maksimal bagi pasien rujukan,” katanya.

Penyediaan ruang isolasi ini, lanjut Arif, juga menjadi langkah preventif melindungi para tenaga kesehatan yang bertugas di garda terdepan. RSUD Karanganyar tidak ingin kecolongan adanya paparan virus terhadap petugas medis yang dapat berakibat fatal seperti insiden yang pernah terjadi sebelumnya.

“Untuk menghindari penularan ke tenaga kesehatan, kita sudah jalankan standar SOP yang sangat ketat. Fasilitas isolasi ini krusial agar penanganan pasien dengan gejala berat tetap aman bagi lingkungan rumah sakit,” katanya.

Sejauh ini, lanjut Dirut RSUD, mayoritas kasus campak yang ditemukan masih bisa ditangani di tingkat pelayanan kesehatan primer atau Puskesmas. Namun, manajemen RSUD menegaskan kesiapannya menerima pasien kiriman jika kondisi klinis pasien mulai menunjukkan penurunan atau memerlukan penanganan spesifik.

“Kami tetap siaga penuh meskipun saat ini kasus berat belum masuk ke unit rawat inap kami. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan terus berjalan agar setiap temuan kasus di Puskesmas bisa segera termonitor sejak dini,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....