Gut Health Jadi Tren 2026, Kesehatan Usus Disebut Berpengaruh ke Imun hingga Mental

  • 31 Mar 2026 21:30 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Perhatian terhadap kesehatan kini tidak lagi hanya berfokus pada olahraga atau diet semata. Memasuki tahun 2026, istilah gut health atau kesehatan usus justru menjadi salah satu tren utama dalam dunia kesehatan global. Fenomena ini bukan tanpa alasan. Seiring berkembangnya penelitian, para ilmuwan menemukan bahwa kondisi usus memiliki peran penting terhadap berbagai aspek kesehatan, mulai dari sistem imun hingga kesehatan mental.

Istilah gut health merujuk pada kesehatan sistem pencernaan, termasuk lambung, usus, hingga usus besar. Lebih dari itu, kondisi ini juga berkaitan dengan keseimbangan mikroorganisme dalam tubuh atau yang dikenal sebagai gut microbiome.

Menurut informasi dari Better Health Channel dalam artikel di www.betterhealth.vic.gov.au, di dalam usus manusia terdapat lebih dari 1.000 jenis bakteri, virus, dan jamur. Mikroorganisme ini berperan penting dalam membantu mencerna makanan, menyerap nutrisi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan tubuh.

“Sebagian mikroorganisme memang dapat berbahaya, tetapi banyak di antaranya justru penting dan dibutuhkan untuk menjaga tubuh tetap sehat,” dijelaskan dalam laman tersebut.

Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa kesehatan usus tidak hanya berpengaruh pada sistem pencernaan, tetapi juga berdampak pada berbagai organ tubuh. Mulai dari sistem kekebalan tubuh, kesehatan mental, hingga risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Keterkaitan antara usus dan otak bahkan dikenal dengan istilah gut-brain axis, di mana kondisi mikrobioma dapat memengaruhi suasana hati, tingkat stres, hingga kualitas tidur seseorang. Pentingnya kesehatan usus juga terlihat dari dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang dengan kondisi usus yang kurang sehat umumnya mengalami gejala seperti perut kembung, sembelit, diare, hingga kelelahan dan gangguan suasana hati.

Beberapa faktor diketahui dapat memengaruhi keseimbangan mikrobioma usus, di antaranya pola makan tidak sehat, kurang tidur, stres, minim aktivitas fisik, hingga konsumsi makanan ultra-proses berlebihan. Untuk menjaga kesehatan usus, para ahli menyarankan perubahan gaya hidup sederhana. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

“Serat berperan penting dalam menjaga fungsi pencernaan serta menjadi ‘makanan’ bagi bakteri baik di usus,” tulis Better Health Channel.

Selain itu, mengonsumsi makanan fermentasi seperti tempe, yoghurt, dan kimchi juga dinilai dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobioma. Tak kalah penting, membatasi makanan olahan, memperbanyak minum air putih, serta menjaga kualitas tidur juga menjadi kunci utama.

Para ahli juga menekankan pentingnya variasi makanan. Mengonsumsi beragam jenis makanan, khususnya berbasis nabati, dapat meningkatkan keragaman bakteri baik di usus yang menjadi indikator kesehatan mikrobioma.

Dengan semakin banyaknya penelitian yang mengaitkan kesehatan usus dengan berbagai fungsi tubuh, gut health kini tidak lagi sekadar tren, melainkan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan jangka panjang. (Hil)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....