Konsumsi Makanan Berwarna ternyata Baik untuk Tubuh
- 31 Mar 2026 20:19 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Menentukan pilihan makanan setiap hari sering kali dipengaruhi oleh harga, selera, hingga kemudahan akses. Namun, di balik itu, ada satu prinsip sederhana yang kini semakin banyak disorot para ahli gizi, yakni pentingnya mengonsumsi makanan dengan beragam warna atau dikenal dengan konsep “makan pelangi”.
Konsep ini bukan sekadar soal tampilan menarik di piring, tetapi berkaitan erat dengan kebutuhan nutrisi tubuh. Setiap warna pada makanan, terutama buah dan sayur, mencerminkan kandungan zat gizi dan senyawa alami yang berbeda.
Menurut pakar nutrisi klinis dari University of Florence, Francesco Sofi, yang dilansir dari artikel bbc.com, pola makan sehat seperti diet Mediterania secara alami mengandung berbagai warna makanan. Mengonsumsi diet tradisional Mediterania berarti kita mendapatkan beragam nutrisi dan fitonutrien.
Fitonutrien sendiri merupakan senyawa alami dari tumbuhan yang berperan membantu tubuh menyerap nutrisi sekaligus melindungi sel dari kerusakan.Hal senada disampaikan ahli nutrisi fungsional Deanna Minich yang menekankan bahwa setiap warna memiliki fungsi spesifik bagi tubuh.
“Jika kita melewatkan satu warna dalam makanan, bisa jadi kita juga melewatkan manfaat tertentu dari makanan tersebut,” ucapnya.
Misalnya, makanan berwarna biru atau ungu seperti blueberry mengandung antosianin yang dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Sementara itu, makanan berwarna kuning mengandung flavon yang berpotensi menjaga kesehatan jantung.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa flavonoid dalam makanan berwarna cerah dapat membantu menjaga fungsi otak. Peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, Tian-shin Yeh, menemukan bahwa konsumsi makanan kaya flavonoid secara konsisten dalam jangka panjang berkaitan dengan risiko penurunan kognitif yang lebih rendah.
Meski demikian, menerapkan pola makan berwarna tidak selalu mudah. Mengejar semua warna setiap hari bisa terasa rumit. Selain itu, tubuh tetap membutuhkan keseimbangan nutrisi lain seperti protein dan lemak sehat.
Yang perlu diperhatikan, warna alami dari makanan sehat berbeda dengan warna buatan pada makanan olahan. Warna cerah pada permen atau kue tidak memberikan manfaat yang sama seperti buah dan sayur.
Selain warna, cara pengolahan juga berpengaruh terhadap kualitas nutrisi. Memasak dengan cara direbus atau dikukus, misalnya, dapat membantu mempertahankan kandungan gizi dibandingkan menggoreng.
Pada akhirnya, mengonsumsi makanan beragam warna dapat menjadi langkah sederhana untuk meningkatkan kualitas pola makan. Selain membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, cara ini juga mendorong konsumsi lebih banyak buah dan sayur yang terbukti baik bagi kesehatan jantung dan otak.Dengan kata lain, semakin berwarna isi piring, semakin besar peluang tubuh mendapatkan manfaat gizi yang lengkap. (Hil)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....