Duduk Lebih dari Delapan Jam Sehari Berbahaya bagi Kesehatan

  • 29 Mar 2026 16:26 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Kebiasaan duduk terlalu lama hingga 8 jam sehari kini menjadi salah satu ancaman serius bagi kesehatan. Aktivitas ini bahkan disebut memiliki risiko yang setara dengan faktor klasik seperti merokok dan tekanan darah tinggi.

Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi duduk, baik saat bekerja di kantor, berkendara, maupun beristirahat di rumah. Kurangnya aktivitas fisik inilah yang kemudian berdampak negatif pada kesehatan tubuh.

Laporan dari Jurnal Medis Jerman menyebutkan bahwa duduk lebih dari delapan jam per hari dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu juga diabetes, hingga beberapa jenis kanker.

Kurangnya aktivitas fisik juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian hingga 80 persen. Berdiri saja tidak cukup untuk mengurangi risiko tersebut, sehingga diperlukan aktivitas fisik yang lebih aktif dan teratur.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology menyarankan agar individu yang banyak duduk melakukan olahraga setidaknya lima jam per minggu. Aktivitas ini sebaiknya mencakup latihan daya tahan dan kekuatan.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa aktivitas fisik ringan selama 15 menit per hari sudah dapat menurunkan risiko kematian hingga 14 persen. Semakin aktif seseorang, semakin besar manfaat kesehatan yang diperoleh.

Para peneliti menjelaskan bahwa olahraga dapat meningkatkan aktivitas enzim telomerase, yang berperan dalam menjaga panjang telomer pada kromosom. Hal ini membantu memperlambat proses penuaan sel dalam tubuh. Dengan demikian, mengurangi waktu duduk dan meningkatkan aktivitas fisik menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....