Kapan Sebaiknya Mengganti Bantal Baru

  • 28 Mar 2026 17:03 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Bantal merupakan bagian penting dalam sistem pendukung tidur yang berfungsi menjaga posisi kepala dan leher tetap sejajar dengan tulang belakang. Penggunaan bantal yang tidak layak dapat berdampak pada kenyamanan tidur serta kesehatan muskuloskeletal. Oleh karena itu, penting untuk memahami kapan waktu yang tepat untuk mengganti bantal.

Dalam penelitian yang dipublikasikan pada Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Indonesia (2020), kualitas alat penunjang tidur seperti bantal memiliki pengaruh terhadap kenyamanan dan kondisi fisiologis tubuh selama istirahat. Bantal yang baik mampu mempertahankan posisi anatomis leher sehingga mencegah ketegangan otot . Kondisi bantal yang sudah menurun kualitasnya dapat berkontribusi terhadap gangguan tidur.

Secara umum, bantal memiliki masa pakai terbatas. Benda berbahan tekstil yang digunakan dalam jangka panjang berpotensi menjadi tempat akumulasi debu, keringat, serta mikroorganisme seperti tungau. Penggantian bantal secara berkala, umumnya setiap 1–2 tahun, tergantung pada kondisi fisik dan jenis material bantal.

Beberapa indikator yang dapat digunakan untuk menentukan apakah bantal sudah perlu diganti adalah bentuk bantal tidak kembali seperti semula setelah ditekan. Terjadi perubahan warna atau bau akibat penumpukan keringat. Menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri pada leher serta menimbulkan gejala alergi seperti bersin atau gatal saat bangun tidur.

Aspek kebersihan menjadi salah satu alasan utama perlunya mengganti bantal. Lingkungan tidur yang tidak higienis dapat menjadi faktor risiko munculnya gangguan kesehatan seperti alergi kulit dan gangguan saluran pernapasan.

Bantal yang jarang diganti cenderung menyerap keringat dan sel kulit mati, sehingga menjadi media yang ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme.Selain itu, paparan tungau debu rumah yang berkembang pada bantal lama juga telah terbukti berkaitan dengan peningkatan gejala asma dan rinitis alergi.

Tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa bantal telah mengalami penurunan fungsi baik dari segi kebersihan maupun ergonomi. Dengan menjaga kualitas bantal, seseorang dapat meningkatkan kenyamanan tidur sekaligus mencegah berbagai gangguan kesehatan yang berkaitan dengan sistem muskuloskeletal dan kebersihan lingkungan tidur. (Nuri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....