Pare Mengandung Insulin Alami Peningkat Metabolisme Tubuh

  • 31 Jan 2026 17:36 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Buah Pare atau Momordica charantia dikenal sebagai buah obat yang punya segudang manfaat kesehatan. Jenis buah ini sangat terkenal di Tiongkok, Jepang, India, dan Indonesia, yang ternyata mengandung insulin alami.

Kandungan Pare terbukti membantu sel mengambil lebih banyak glukosa dari darah. Informasi ini dirangkum dari unggahan akun YouTube dr.Emasuperr berjudul 'Manfaat dan Bahaya Pare Serta Cara Masak Pare untuk Kesehatan'.

Manfaat utama tersebut datang karena Pare mengandung saponin steroid bernama sarantin. Sarantin bertindak sebagai insulin alami untuk tubuh dan menstabilkan kadar gula darah.

Ekstrak Pare dapat menstabilkan resistensi insulin pada penderita diabetes. Konsumsi Pare juga mencegah kerusakan ginjal serta mata pada pasien diabetes.

Selain itu, Pare mengandung antibakteri serta agen antivirus yang dapat melawan infeksi seperti Helicobacter pylori. Bumbu Pare sudah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan India atau Ayurveda.

Cara terbaik mengonsumsi Pare untuk antioksidan maksimal adalah dimakan segar atau direbus/dikukus. Merebus selama 10 menit meningkatkan antioksidan 40 hingga 70 persen.

Memasak Pare dengan cara digoreng atau di oseng-oseng akan mengurangi manfaat. Pengolahan tersebut dapat menurunkan khasiat Pare hingga 77 persen.

Selain gula darah, Pare juga dapat membantu mengatasi masalah obesitas atau kegemukan. Pare ditemukan meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu pembakaran lemak.

Meskipun bermanfaat, Pare dapat menurunkan gula darah secara drastis (hipoglikemia). Konsumsi harus dikonsultasikan dahulu jika sedang menggunakan obat diabetes.

Wanita hamil atau yang sedang program hamil disarankan tidak mengonsumsi Pare berlebihan. Penelitian menunjukkan Pare memiliki sifat aborsi atau anti kesuburan pada hewan.

Dosis konsumsi Pare untuk membantu menurunkan kadar gula darah adalah 1000 hingga 2000 mg saat makan. Namun, ini harus tetap dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

(Indah Permatasari, UIN Raden Mas Said Surakarta, Magang RRI/Nuri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....