Kreasso 2026 Wadahi Kreativitas Siswa Solo di Era Digital Wave
- 22 Sep 2026 13:41 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Pendidikan kembali menggelar ajang tahunan Kreativitas Anak Sekolah Solo (Kreasso) yang bertempat di Terminal Tirtonadi Convention Hall.
Kegiatan berekspresi bagi para pelajar ini berlangsung selama dua hari, mulai dari hari Selasa, 22 September 2026 hingga hari Rabu, 23 September 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, menjelaskan acara ini diselenggarakan dengan memanfaatkan momentum jeda waktu luang para siswa.
Para pelajar dikumpulkan untuk menampilkan potensi unggulan mereka seusai menjalani tes penilaian tengah semester di sekolah masing-masing.
"Dalam event ini kita kumpulkan anak-anak mereka yang punya talenta, punya potensi, punya bakat diwadahi, kemudian kita tampilkan dan ini untuk juga menjadi bagian dari upaya membangun bakat," ujarnya saat ditemui di sela kegiatan, Selasa, 22 September 2026.
Tahun ini, Kreasso mengangkat tema Creative Digital Future Wave yang bertujuan untuk membangun daya saing generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Siswa didorong untuk tidak sekadar menjadi penikmat, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan produk kreatif digital tanpa mengesampingkan etika serta sopan santun.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang turut hadir, mengapresiasi tersedianya ruang kreativitas tersebut karena dinilai efektif menambah kepercayaan diri siswa.
Menurutnya, pemanfaatan era digital secara positif sangat penting untuk menjaga karakter para generasi penerus bangsa dari pengaruh buruk.
"Harapannya terus kita sediakan ruang untuk anak-anak dalam menampilkan diri, menambah kepercayaan diri dan tentunya bisa dimaknai dengan bagaimana pembangunan karakter agar tidak terjerumus pada hal-hal yang negatif," katanya.
Antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini sangat tinggi, dibuktikan dengan partisipasi 85 penampil dari berbagai jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA dan SMK.
Rincian partisipan tersebut terdiri dari 29 SD, 40 SMP, 12 tingkat SMA dan SMK, serta empat pementas dari perwakilan komunitas sanggar seni.
Selain panggung seni, acara ini juga menghadirkan 20 stan pameran inovasi, termasuk partisipasi Yayasan KK dan Forum Diskusi Transportasi.
Stan tersebut mendiskusikan penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman melalui penerapan analisis dampak lalu lintas demi jaminan keselamatan siswa. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....