Alasan Kenapa Kereta Api Berhenti saat Terjadi Gempa

  • 16 Sep 2026 10:38 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Ketika gempa terjadi, kereta api biasanya akan memperlambat laju atau berhenti sementara. Tindakan tersebut bukan sekadar langkah berjaga-jaga, tetapi merupakan bagian dari sistem keselamatan untuk mencegah kereta tetap melaju ketika jalur maupun infrastruktur di sekitarnya berpotensi mengalami kerusakan.

Berdasarkan unggahan Instagram @kai121, salah satu alasan utama kereta harus berhenti adalah karena gempa dapat mengganggu kondisi rel, jembatan, terowongan, serta struktur pendukung jalur kereta. Jika kereta tetap melaju dengan kecepatan tinggi ketika terjadi guncangan kuat, risiko anjlok atau bertabrakan dengan bagian jalur yang mengalami kerusakan dapat meningkat.

Setiap kali ada laporan tentang gempa, seluruh masinis yang sedang bertugas akan diperintahkan untuk berhenti sejnak baik di stasiun terdekat maupun di tengah jalur, yang disebut dengan istilah Berhenti Luar Biasa (BLB). Laporan gempa tersebut disampaikan kepada staf kereta api melalui radio di lokomotif, yang mengirimkan informasi dari Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopka).

Selain mencegah kecelakaan, berhentinya kereta memberikan kesempatan kepada petugas untuk melakukan pemeriksaan. Setelah gempa, jalur perlu dipastikan aman karena kerusakan tidak selalu terlihat dari dalam kereta. Rel dapat mengalami perubahan posisi, sementara jembatan, viaduk, terowongan, persinyalan, dan jaringan listrik juga dapat terdampak.

“Selama proses ini berlansung, penumpang dihimbau untuk tetap tenang dan terus berpegangan padafasilitas keretayangtersedia. Serta selalu mengikuti arahan petugas di dalam kereta,” tulis unggahan @kai121.

Karena itu, ketika kereta tiba-tiba berhenti setelah terjadi gempa, tindakan tersebut sebenarnya merupakan bagian dari prosedur keselamatan. Penumpang mungkin merasa perjalanan terganggu, tetapi penghentian sementara dilakukan untuk memberikan waktu bagi sistem dan petugas memastikan bahwa perjalanan dapat dilanjutkan dengan aman.

Pada akhirnya, kereta berhenti saat gempa bukan karena kereta ‘takut’ terhadap guncangan, melainkan karena sistem keselamatan dirancang untuk mengurangi risiko sebelum kondisi menjadi lebih berbahaya. Pemeriksaan jalur dan keputusan petugas bekerja bersama untuk menjaga keselamatan penumpang dan perjalanan kereta. (Nuri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....