Kenapa Tulang Bisa Menyatu Lagi tapi Gigi Tidak
- 30 Mei 2026 18:27 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Tubuh manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk memperbaiki dirinya sendiri. Salah satu contohnya adalah tulang patah yang dapat menyatu kembali setelah melalui proses penyembuhan.
Namun kemampuan tersebut tidak berlaku pada gigi. Ketika gigi permanen retak atau patah, bagian yang rusak umumnya tidak bisa tumbuh kembali secara alami.
Mengutip akun Instagram @material.populer, perbedaan ini terjadi karena struktur biologis tulang dan gigi sangat berbeda. Tulang merupakan jaringan hidup yang aktif dan terus mengalami regenerasi.
Di dalam tulang terdapat pembuluh darah serta sel-sel khusus seperti osteoblas dan osteoklas. Sel-sel inilah yang bekerja memperbaiki kerusakan ketika terjadi retakan atau patah tulang.
Saat tulang cedera, tubuh akan membentuk jaringan baru untuk menyambung bagian yang rusak. Proses tersebut berlangsung bertahap hingga struktur tulang kembali kuat.
Berbeda dengan tulang, bagian terluar gigi atau enamel tidak memiliki sel hidup. Enamel tersusun dari sekitar 96 persen mineral hydroxyapatite yang sangat keras dan padat.
Karena terlalu termineralisasi, enamel tidak memiliki sistem regenerasi biologis. Akibatnya, tubuh tidak memiliki “mesin perbaikan” untuk membangun ulang enamel yang rusak.
Inilah alasan mengapa gigi yang patah tidak bisa menyatu kembali seperti tulang. Kerusakan pada enamel biasanya membutuhkan bantuan medis seperti tambalan, veneer, atau mahkota gigi.
Meski sangat kuat, enamel sebenarnya cukup rentan terhadap benturan dan kerusakan permanen. Karena itu, menjaga kesehatan gigi menjadi penting agar lapisan pelindung tersebut tetap utuh.
Fenomena ini menunjukkan bahwa tidak semua bagian tubuh memiliki kemampuan regenerasi yang sama. Tubuh manusia memang luar biasa, tetapi tetap memiliki batas biologis tertentu.
(Ridho Wicaksono)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....