Kutil pada Tanaman, Benjolan Kecil yang Bisa Menjadi Tanda Gangguan Hama
- 16 Sep 2026 10:48 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kutil pada tanaman mungkin terlihat seperti benjolan kecil yang tidak berbahaya. Namun, perubahan bentuk pada daun, batang, atau bagian tanaman lainnya tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan organisme tertentu.
Dalam ilmu perlindungan tanaman, kondisi semacam ini sering disebut sebagai puru atau gall, yaitu pertumbuhan jaringan tanaman yang bentuknya tidak normal akibat rangsangan dari organisme lain.Salah satu penelitian nasional dalam Jurnal Agrikultura tahun 2024 menemukan adanya berbagai bentuk puru. Puru tersebut memiliki bentuk yang beragam, antara lain menyerupai kubah rendah, lonceng, kerucut, hingga lepuhan melingkar.
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa puru dapat berkaitan dengan keberadaan serangga tertentu di dalam jaringan daun. Kutil atau puru pada tanaman terbentuk karena jaringan tanaman mengalami perubahan pertumbuhan.
Pemicu perubahan tersebut dapat berasal dari serangga, tungau, nematoda, maupun patogen tertentu. Organisme pemicu dapat merangsang sel tanaman sehingga jaringan tumbuh secara tidak normal dan membentuk struktur yang terlihat seperti benjolan.
| Baca juga: Ketika Teknologi Membantu Petani dari Jauh |
Puru pada daun diketahui berkaitan dengan serangga pembentuk puru Procontarinia robusta. Menariknya, tidak semua serangga yang ditemukan di dalam puru merupakan penyebabnya. Artinya, sebuah benjolan pada daun dapat menjadi semacam tempat berlindung atau habitat bagi beberapa organisme sekaligus.
Kemunculan puru tidak selalu memiliki bentuk yang sama. Ada lima tipe puru, yaitu pustulate, low-doughnut, bell-shaped, conical, dan circular-blister. Perbedaan bentuk tersebut menunjukkan bahwa gejala yang terlihat pada permukaan daun dapat memberikan petunjuk mengenai organisme yang berasosiasi dengannya.
Tidak semua puru otomatis menyebabkan tanaman mati. Dampaknya sangat bergantung pada organisme penyebab, bagian tanaman yang terserang, serta tingkat serangannya.
Jika jumlah puru sedikit, pengaruhnya mungkin tidak terlalu terlihat. Namun, serangan dalam jumlah banyak dapat mengganggu fungsi jaringan tanaman.
| Baca juga: Drum Bekas Jadi Tandon Air |
Keberadaan serangga pembentuk puru berpotensi menghambat pertumbuhan bunga dan pembentukan buah sehingga pada tingkat tertentu dapat memengaruhi produksi. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa puru perlu diperhatikan, terutama pada tanaman budidaya.
Hal penting yang perlu dipahami adalah tidak semua benjolan pada tanaman memiliki penyebab yang sama. Puru pada daun akibat serangga berbeda dengan puru akar akibat nematoda.
Nematoda puru akar dari kelompok Meloidogyne, misalnya, menyerang bagian akar dan menyebabkan terbentuknya pembengkakan. Serangan Meloidogyne incognita dapat menimbulkan gejala puru akar, tanaman menjadi kerdil, daun menguning, hingga tanaman layu.
Karena itu, lokasi munculnya benjolan menjadi petunjuk penting. Puru pada daun perlu diamati berbeda dengan pembengkakan pada akar atau batang.
Jika menemukan benjolan pada tanaman, jangan buru-buru memotong seluruh bagian tanaman. Amati terlebih dahulu bentuk, warna, lokasi, serta jumlah benjolan. Perhatikan pula apakah tanaman mengalami daun menguning, pertumbuhan terhambat, layu, atau penurunan produksi.
Pada tanaman yang terserang ringan, bagian yang menunjukkan gejala dapat dipangkas dan dibuang untuk mengurangi sumber organisme pengganggu. Alat pemotong sebaiknya dibersihkan setelah digunakan agar tidak menjadi sarana penyebaran organisme penyebab gangguan ke tanaman lain.
Untuk tanaman budidaya dengan serangan berat, identifikasi penyebab menjadi langkah yang lebih penting. Pengendalian sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan bentuk benjolan, karena puru dapat disebabkan oleh organisme yang berbeda dan membutuhkan penanganan berbeda pula.
Dengan demikian, benjolan kecil pada daun sebenarnya dapat menyimpan interaksi biologis yang cukup kompleks. Ada organisme yang menyebabkan terbentuknya puru, ada yang memanfaatkan puru sebagai tempat hidup, dan ada pula organisme lain yang berperan sebagai musuh alami.
Karena itu, ketika menemukan benjolan aneh pada tanaman, jangan langsung menganggapnya sebagai penyakit yang sama. Kenali lokasi, bentuk, perkembangan gejala, dan kondisi tanaman terlebih dahulu. Dari benjolan kecil tersebut, dapat diketahui banyak hal tentang kesehatan tanaman sekaligus hubungan kompleks antara tanaman dan organisme yang hidup di sekitarnya. (Nuri)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....