Dosen UNS Ajak Generasi Muda Kembali Melirik Pertanian, Regenerasi Jadi Tantangan

  • 28 Jun 2026 05:14 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Regenerasi petani menjadi salah satu tantangan terbesar pembangunan pertanian di Indonesia. Minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian dinilai terus menurun, padahal sektor tersebut masih memiliki peluang besar apabila dipadukan dengan inovasi teknologi.

Dosen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Dr. Ir. Sumani, M.Si., mengatakan tantangan pertanian saat ini tidak hanya alih fungsi lahan, tetapi juga semakin sedikitnya anak muda yang tertarik menjadi petani. "Dari pengalaman saya mengajar, banyak mahasiswa masuk Fakultas Pertanian bukan karena cita-cita menjadi petani. Setelah lulus pun banyak yang bekerja di sektor lain. Ini menjadi tantangan besar bagi regenerasi pertanian," ujarnya dalam program Jagongan Pro 4 RRI Surakarta, Jumat 26 Juni 2026.

Meski demikian, Sumani menilai pertanian tetap menjanjikan apabila dikelola secara profesional. Menurutnya, banyak alumni Fakultas Pertanian yang berhasil mengembangkan usaha agribisnis, mulai dari budidaya melon, bunga krisan hingga kentang dengan memanfaatkan teknologi modern.

Ia menjelaskan, penerapan smart farming, Internet of Things (IoT), mekanisasi pertanian, hingga penggunaan drone untuk penyemprotan menjadi peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan usaha pertanian yang lebih efisien. Di sisi lain, Sumani mengingatkan pentingnya mempertahankan kearifan lokal di tengah modernisasi.

Salah satunya melalui budaya ngilmu titen, yakni kemampuan membaca tanda-tanda alam sebagai dasar menentukan waktu tanam. "Teknologi memang penting, tetapi ilmu titen tetap relevan. Informasi dari alam bisa dikombinasikan dengan prediksi cuaca dari BMKG sehingga petani memiliki dasar yang lebih kuat dalam mengambil keputusan," katanya.

Menurutnya, perubahan iklim menyebabkan pola musim semakin sulit diprediksi sehingga petani membutuhkan kombinasi antara pengetahuan tradisional dengan teknologi modern agar risiko gagal panen dapat ditekan. Sumani berharap generasi muda tidak lagi memandang pertanian sebagai pekerjaan yang kurang menjanjikan.

Dengan inovasi dan penguasaan teknologi, sektor pertanian justru mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. "Jangan takut masuk ke bidang pertanian. Kalau dikelola dengan baik dan memanfaatkan teknologi, pertanian memiliki masa depan yang sangat menjanjikan," ucapnya. (Hil)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....