Tetes Air Dari Langit Untuk Kesehatan Mata

  • 08 Feb 2026 21:15 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Siapa bilang air hujan cuma buat banjir? Di Sekolah Air Hujan Banyu Bening, air hujan dikelola menjadi sumber kemandirian air. Dikutip dari @Good News From Indonesia, Sekolah Air Hujan (SAH) di Sleman, yang didirikan Sri Wahyuningsih, menjadi pelopor pemanfaatan air hujan sebagai sumber utama air bersih dan layak konsumsi. 

Melalui teknik filtrasi canggih, air hujan diolah menjadi air minum, kebutuhan domestik, bahkan tetes mata. Sekolah Air Hujan Banyu Bening menjadi pelopor pengolahan air hujan untuk berbagai keperluan, termasuk yang paling menarik perhatian adalah pemanfaatan air hujan sebagai tetes mata. Di sinilah air hujan tidak hanya ditampung, tapi juga diproses dengan teknologi sederhana untuk menjadikannya sebagai produk kesehatan yang aman digunakan.

Sekolah Air Hujan Banyu Bening yang berlokasi di Tempursari, Kabupaten Sleman menjadi pusat pembelajaran alternatif mengenai pemanfaatan air hujan yang ramah lingkungan. Sri Wahyuningsih, pendiri Sekolah Air Hujan Banyu Bening mengungkapkan bahwa inisiatif pengolahan air hujan ini bermula dari kekhawatiran akan semakin terbatasnya akses air bersih di beberapa wilayah, serta meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap produk farmasi impor. 

Tim di Banyu Bening percaya, jika alam menyediakan air hujan yang bersih, mengapa tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin. Melalui pendekatan ilmiah sepanjang tetap aman dan layak digunakan. 

Program tetes mata dari air hujan ini sempat mengundang skeptisisme. Namun setelah melalui serangkaian uji laboratorium, termasuk uji mikrobiologi di laboratorium independen, hasilnya mengejutkan: air hasil olahan Banyu Bening memiliki tingkat kejernihan dan sterilitas yang setara, bahkan dalam beberapa kasus melampaui air suling komersial. Hasil ini kemudian digunakan untuk memproduksi tetes mata dalam skala terbatas.

Sekolah Air Hujan Banyu Bening pun menggandeng mahasiswa dan akademisi dari Universitas Gadjah Mada untuk terus mengembangkan standar keamanan dan efektivitas. Mereka berambisi membuat panduan terbuka bagi komunitas lain agar bisa mereplikasi sistem ini. 

Tujuannya bukan untuk menciptakan produk komersial, tetapi membangun kemandirian air dan memperkuat literasi air bersih di kalangan masyarakat. Menurut Wahyuningsih, lebih dari sekadar inovasi teknologi, pengolahan air hujan sebagai tetes mata ini mengajarkan sebuah filosofi sederhana namun kuat bahwa air hujan adalah anugerah yang bisa menjadi solusi, bukan sekadar limpahan cuaca.

( Syurie Ariandani )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....