Perkokoh Ketahanan Bangsa, Pemkab Karanganyar Gelar Sosialisasi Empat Pilar

  • 11 Jul 2026 00:33 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Pemerintah Kabupaten Karanganyar terus berkomitmen memperkuat wawasan kebangsaan masyarakat di tingkat akar rumput guna membentengi warga dari dampak polarisasi sosial. Langkah strategis tersebut diwujudkan lewat penyelenggaraan Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang dipusatkan di Aula Kecamatan Mojogedang.

Agenda berkala ini dirancang untuk mereaktualisasikan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi utama dalam menjaga integrasi nasional. Penguatan karakter kebangsaan ini dinilai sangat krusial dalam menghadapi tantangan penetrasi budaya asing dan perkembangan teknologi digital yang kian masif.

"Nilai Persatuan Indonesia harus diwujudkan melalui kerukunan antarorganisasi, antarwarga, dan seluruh elemen masyarakat," kata Bupati Karanganyar Rober Christanto, Jumat 10 Juli 2026.

Rober menegaskan setiap potensi gesekan sosial di tingkat desa hendaknya selalu diselesaikan melalui ruang musyawarah mufakat dengan mengedepankan semangat kegotongroyongan.

"Kami juga meminta para kepala desa untuk aktif mengawasi lingkungan masing-masing demi terciptanya iklim wilayah yang kondusif," ucapnya.

Memasuki masa persiapan menyambut bulan kemerdekaan, Rober menginstruksikan seluruh jajaran aparatur desa untuk menggerakkan gerakan pemasangan bendera merah putih serentak. Simbol penghormatan kepada jasa para pahlawan ini diharapkan dapat memantik kembali memori kolektif nasionalisme kaum muda di pedesaan.

"Setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui musyawarah dengan mengedepankan semangat gotong royong," ucap Rober.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Karanganyar Kusbiyantoro menjelaskan kegiatan edukasi ini menyasar elemen pemuda karang taruna dan tokoh lintas agama. Keterlibatan tokoh pendidik juga diharapkan dapat mempercepat internalisasi pengawasan penggunaan gawai pada anak agar terhindar dari paparan konten radikalisme.

"Kami tentu berharap luaran dari sosialisasi ini dapat melahirkan agen-agen penggerak perdamaian yang mampu menjadi teladan toleransi di lingkungan tempat tinggalnya," ucapnya.

Adapun, Kematangan modal sosial ini diyakini akan mempercepat akselerasi pembangunan daerah menuju Karanganyar yang maju dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....