Wali Kota Surakarta Bertekad Turunkan Angka Tingkat Pengangguran Terbuka
- 08 Apr 2026 01:20 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta terus memperkuat komitmen meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), menekan angka kemiskinan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai program strategis yang terintegrasi.
Seperti salah satunya kehadiran Program Rumah Siap Kerja yang diharapkan mampu membantu menurunkan angka pengangguran di Kota Surakarta. Ditemui di Balai Kota pada Selasa, 7 April 2026, Wali Kota, Respati Ardi berharap program Astacita Surakarta ini bisa memberikan dampak kepada masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.
"Saya berdoa benar-benar Rumah Siap Kerja bisa berdampak ke masyarakat. Silahkan bagi masyarakat yang mungkin sedang mencari pekerjaan, silahkan hubungi Dinas Tenaga Kerja kami. Nanti kami akan salurkan sesuai potensinya," kata Respati Ardi.
Diketahui angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Surakarta sempat mengalami penurunan dari tahun 2024 ke 2025. Dari data yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja, pada 2024 TPT Kota Surakarta sebesar 4.65 persen menjadi 4.50 persen pada 2025.
Dengan hasil yang cukup baik ini, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi juga mentargetkan hingga akhir jabatannya, angka TPT Kota Surakarta bisa turun pada kepala tiga atau berada di tiga persen, meskipun saat ini memang masih ada di kepala empat.
"Saya sangat berharap nanti selesai masa jabatan pada 2030, TPT Kota Surakarta bisa kepala tiga, sekarang masih kepala empat," katanya menambahkan.
Demi mengurangi angka TPT Kota Surakarta, Respati Ardi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dunia usaha, investor, serta pemangku kepentingan lainnya, guna memperluas akses kerja dan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta, Pramutedy Sukoco menceritakan bahwa Pemerintah Kota pada tahun 2026 akan mentargetkan penurunan kembali TPT Kota Surakarta menjadi 4.20 persen.
"Harapannya kalau di tahun 2026 sesuai target dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang berada di angka 4.20 persen. Doanya semoga bisa tercapai," ucap Pramutedy Sukoco.
Pemerintah Kota Surakarta juga sedang mengembangkan konsep pembangunan SDM melalui pendekatan SPKM (Sehat, Pintar, Kerja, dan Muda Mendunia). Program ini menekankan pentingnya masyarakat yang sehat, memiliki pendidikan yang baik, serta siap masuk ke dunia kerja, termasuk memiliki peluang berkiprah di tingkat global. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....