Kembalikan Status KLA Utama, Pemkot Surakarta Siapkan Strategi

  • 13 Mar 2026 02:06 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Status Kota Layak Anak (KLA) Kota Surakarta sempat turun pada 2025 setelah hampir tujuh tahun berada pada predikat Utama. Demi mengembalikan status KLA Utama pada 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) menyiapkan beberapa strategi.

Ditemui setelah mengikuti agenda pembinaan gugus tugas Kota Layak Anak (KLA) di ruang rapat Dinas Kesehatan pada Kamis, 12 Maret 2026, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani menjelaskan bahwa Pemerintah Kota akan berfokus pada lima klaster.

"Seluruh jajaran sudah berkomitmen untuk fokus pada lima klaster dan tentunya satu klaster yang menjadi perhatian utama yaitu klaster lima. Perlindungan anak, pemenuhan hak anak dari sisi perlindungan ini tentu harus kita tingkatkan dari sisi akses," kata Astrid Widayani.

Diketahui lima klaster utama dalam KLA sendiri yakni pertama hak sipil dan kebebasan, kedua lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, klaster ketiga kesehatan dasar dan kesejahteraan, keempat pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya serta klaster kelima perlindungan khusus.

Dalam upaya ini memperbaiki penilaian juga, Astrid sudah berkomunikasi dengan Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) agar bisa berfungsi secara optimal, sehingga segala aduan dan kasus-kasus yang ada bisa ditekan.\

Ditambahkan Astrid, kolaborasi dari seluruh pihak termasuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berada dalam lingkup Pemerintah Kota Surakarta juga sangat penting dilakukan.

"Kita perlu koordinasi dari seluruh pihak dalam rangka KLA ini, karena isu kota tidak hanya dari sisi dinas terkait ya, kaitannya tidak hanya perlindungan anak saja tetapi semua dari sisi pendidikan, kesehatan, dari sisi ruang publik, wilayah, bahkan memastikan seluruh keluarga di Kota Surakarta bisa aman dan hak anak bisa terpenuhi," katanya menambahkan.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Murtono menegaskan penurunan peringkat pada tahun 2025 menjadi satu koreksi utama untuk bisa diperbaiki.

"Penurunan peringkat tahun lalu menjadi satu koreksi utama kita, kita perbaiki dan kita nanti minta semua perangkat daerah untuk lebih mengoptimalkan dalam hal pelaksanaan kegiatan di lapangan maupun juga pelaporannya. Jadi dengan pelaporan yang baik, data-data yang baik, update data terbaru itu menjadi salah satu komitmen penting dalam KLA," ucap Budi Murtono.

Lebih lanjut, Budi Murtono juga menjelaskan meskipun penilaian bukan menjadi yang utama sebagai target Pemerintah Kota, tetapi penilaian menjadi satu indikator keberhasilan dalam membangun Kota Layak Anak (KLA).

"Meskipun bagi Pemerintah Kota Surakarta penilaian bukan hal tujuan utama, karena tujuan utama adalah meningkatkan pelayanan dan kenyamanan anak selama tinggal di Kota Surakarta. Tapi kita juga tidak lepas bahwa penilaian menjadi satu indikator keberhasilan Kota dalam membangun Kota Layak Anak (KLA)," ucapnya menambahkan. (JK)

Rekomendasi Berita