Sampah Solo Dominasi Organik, Respati Kedepankan Pengolahan dengan Pemilahan
- 02 Mar 2026 02:23 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Sampah di Kota Solo didominasi organik yang dianggap menghambat dalam pengolahan di TPA Putri Cempo untuk menjadi energi listrik. Melihat hal itu, Wali Kota Respati Ardi akan mengedepankan pengolahan dengan pemilahan.
Ditemui di Rumah Dinas Loji Gandrung pada Jumat, 27 Februari 2026, Respati Ardi menegaskan akan memfokuskan untuk pembersihan di tiap Kelurahan serta penambahan TPS3R atau Tempat Pengolahan Sampah - Reduce, Reuse, Recycle.
"Ke depan kita akan fokuskan untuk pembersihan tiap Kelurahan, pengolahan di tiap Kelurahan, penambahan TPS3R dan yang terpenting kesejahteraan para petugas sampah yang akan kita tingkatkan, sehingga kemakmuran mereka dan kesejahteraan bisa terjaga," kata Respati Ardi.
Lebih lanjut, Respati Ardi membocorkan dominasi sampah organik di Kota Solo mencapai 77 persen. Hal itu yang membuat Pemerintah Kota harus memberikan alokasi anggaran khusus dalam sisi pengolahan di tingkat Kelurahan.
"Ini tentunya menjadi dampak yang luar biasa di Kota Solo mengingat 77 persen sampah organik. Ini perlu ada penanganan ekstra dan kita sudah memberikan alokasi anggaran khusus untuk pembangunan Kelurahan dengan pengolahan sampah mandiri," katanya menambahkan.
Demi penguatan dalam pengolahan sampah sebelum dikirimkan ke TPA Putri Cempo juga, Respati Ardi menegaskan akan merubah Peraturan Daerah (Perda) yang ada ataupun menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali), agar masalah terkait sampah bisa terselesaikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Herwin Tri Nugroho, menjelaskan bahwa progres penanganan dengan pengolahan ditingkat terbawah ini masih dalam proses penyempurnaan.
"Jadi dari warga dipastikan skemanya, kemudian dari sisi pengangkutan di kami dan di teman-teman wilayah, termasuk tadi yang bapak-bapak pengangkut sampah di Kelurahan itu, nanti skemanya juga tahu kalau warga sudah harus tau sampahnya diapakan, jadi jangan disatukan lagi," ucap Herwin Tri Nugroho.
Ditambahkan Herwin Tri Nugroho, ke depan juga bisa dilakukan penjadwalan pengambilan sampah yang sudah terolah di tingkat terbawah. Dengan proses pengolahan dan pemilahan ini, diharapkan sampah tidak semua dikirimkan ke TPA Putri Cempo.
"Jadi mungkin bisa dibuka opsi penjadwalan, misalnya kapan pengambilan yang anorganik, kemudian pengaturan armadanya nanti kita detailkan, termasuk nanti peran Kecamatan, Kelurahan dalam melakukan proses pengolahan. Sampah yang tidak terkelola nanti naik ke Kecamatan dan nanti yang tidak bisa dikelola lagi baru ke Putri Cempo, jadi tidak semua dari sumber sampah langsung ke TPA Putri Cempo," ucapnya menambahkan.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo juga sangat berharap pemilahan dan pengolahan bisa secara masif dilakukan dan dikerjakan oleh seluruh stakeholder, karena masalah sampah adalah milik bersama. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....