Wali Kota Solo Janji Siapkan Jaminan Hukum Guru Antisipasi Kriminalisasi
- 09 Apr 2026 03:26 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Hadiri acara halal bihalal bersama ratusan guru Taman Kanak-kanak (TK) di Pendhapi Gede kawasan Balai Kota pada Rabu, 8 April 2026, Wali Kota Solo, Respati Ardi ceritakan sedang menyiapkan advokasi untuk para guru.
Hal itu dikatakan Respati Ardi karena menurutnya para guru-guru perlu mendapatkan pendampingan hukum disaat banyaknya kasus kriminalisasi yang viral.
"Kami sedang menggagas nanti Badan Advokasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) akan kami kerjasamakan dengan Kepolisian dan TNI untuk bisa membuat advokasi untuk perlindungan bagi guru. Kita hindarkan kriminalisasi guru di Kota Solo," kata Respati Ardi.
Selain berencana memberikan pendampingan hukum terhadap para guru di Kota Surakarta, Respati Ardi juga akan mengimplementasikan aturan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), terkait pembatasan penggunaan akun media sosial terhadap anak-anak di bawah umur dengan fokus pada penekanan baca tulis dan edukasi lainnya.
"Kita harus implementasikan PP Tunas bagaimana pembatasan untuk anak-anak. Kita buat program supaya anak-anak di Solo bisa terhindar dari panduan digital. Nanti juga akan ada penekanan untuk baca tulis kembali. Jadi ada dua program alternatifnya, yakni kegiatan di luar sekolah dan ada belajar baca tulis. Membiasakan anak bisa mulai menulis dan membaca di usia PAUD," katanya menambahkan.
Sementara itu, Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Solo, Dwi Purwani, menyambut baik niat Wali Kota Respati Ardi yang akan memberikan pendampingan hukum kepada para guru jika terjadi kriminalisasi.
"Sangat mendukung sekali, karena permasalahan di Kota Solo ya terkait dengan istilahnya pembullyan dan juga mungkin ada permasalahan anak-anak, kemudian orang itu kadang juga istilahnya fakta yang ada itu malah jadi permasalahan guru-guru TK," ucap Dwi Purwani.
Lebih lanjut, Dwi Purwani sangat berharap ke depan para guru-guru TK semakin sejahtera dan mampu meningkatkan kompetensi agar bisa lebih profesional.
"Harapannya guru-guru TK semakin sejahtera terus meningkat kompetensinya, semakin profesional, harapannya seperti itu dan prestasinya juga semakin baik. Kita tunjukkan bahwa guru TK di Solo itu mampu di berbagai bidang," ucapnya menambahkan.
Dijelaskan Dwi Purwani juga, bahwa saat ini terdata ada sebanyak 1170 guru TK di Kota Surakarta dari 253 sekolah dengan total jumlah siswa hingga mencapai 11 juta. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....