Pemkab Karanganyar Salurkan 382 Juta BTT untuk Korban Bencana
- 24 Feb 2026 16:08 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Pemerintah Kabupaten Karanganyar mulai menyalurkan dana bantuan Belanja Tak Terduga (BTT) bagi warga terdampak bencana alam periode Desember 2025 hingga Januari 2026. Penyerahan bantuan senilai total Rp382.500.000 tersebut dilakukan secara bertahap melalui rangkaian kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) Forkopimda di berbagai dapil.
Kalakhar BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan penyaluran bantuan kali ini menyasar ratusan Kepala Keluarga (KK) yang mayoritas menjadi korban bencana tanah longsor. Besaran bantuan bersifat stimulan, di mana untuk kerusakan kategori ringan diberikan Rp1,5 juta, sedangkan kategori berat mencapai Rp10 juta per KK.
“Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui BPBD menyalurkan dana bantuan BTT periode Desember 2025 sampai Januari 2026. Total anggarannya mencapai Rp382,5 juta yang diserahkan langsung saat kegiatan Tarling Forkopimda,” ujar Hendro Prayitno, Selasa 24 Februari 2026.
Penyaluran dilakukan berbasis daerah pemilihan (dapil) untuk memudahkan jangkauan. Dapil 2 tercatat menerima alokasi cukup besar yakni Rp145,7 juta bagi 51 KK di wilayah Kerjo, Jenawi, Tawangmangu, Ngargoyoso, dan Karangpandan, disusul Dapil 3 yang meliputi Jatiyoso, Jatipura, Jumantono, dan Jumapolo sebesar Rp156,5 juta.
“Penyerahannya perdapil, tidak serentak seperti dulu karena ini berbarengan dengan agenda Ramadan. Jadi nanti diserahkan Pak Bupati di kecamatan masing-masing yang telah ditunjuk sebagai lokasi Tarling,” ucapnya.
Hendro merinci pengajuan BTT ini rutin dilakukan setiap dua bulan sekali untuk merespons kejadian bencana di lapangan. Berdasarkan data, korban terbanyak berasal dari kejadian longsor yang terjadi di akhir tahun hingga awal tahun 2026, mencakup wilayah Dapil 1 hingga Dapil 5.
“Ini adalah wujud perhatian dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar kepada warga yang terdampak bencana alam. Harapannya bantuan ini bisa menjadi stimulan untuk meringankan beban warga atau 'ngenteng-ngentengke' beban mereka,” kata Hendro.
Meskipun penyaluran periode ini sudah berjalan, BPBD terus bersiaga mengingat potensi bencana di bulan Februari yang juga tercatat cukup tinggi. Pihaknya berkomitmen untuk terus memproses bantuan serupa bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem di periode berikutnya.
“Sifatnya stimulan, ringan dapat satu setengah juta dan yang berat sepuluh juta. Kami terus mendata setiap kejadian untuk diajukan di periode selanjutnya agar bantuan pemerintah tepat sasaran,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....