Pembangunan Irigasi Bendungan Jlantah Sragen, Topang Swasembada Pangan
- 10 Apr 2025 23:51 WIB
- Surakarta
KBRN, Karanganyar: Anggota DPR RI Sriyanto Saputra meninjau Bendungan Jlantah, di Jatiyoso, Karanganyar, Kamis (10/4/2025). Bendungan Jlantah digadang-gadang bakal mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Potensi pengairan dari bendungan tersebut mencapai 1.500 hektar. Setelah proyek bendungan selesai kini tinggal melanjutkan pembangunan saluran irigasi untuk pengairan ke lahan pertanian.
Anggota Komisi V DPR RI dari Dapil 4 Jateng Sriyanto Saputro,sesuai memantau bendungan tersebut, mengungkapkan bahwa infrastruktur ini mampu menopang pengairan 1.000 hingga 1.500 hektar lahan sawah. Lantas dengan penambahan lahan, potensi penambahan hingga 600 hektar lagi.
“Bendungan Jlantah ini menunjang pengairan di Kecamatan Jatiyoso, Jatipuro, dan Jumapolo. Belum lagi dampaknya untuk sektor wisata di Karanganyar,” ujar Sriyanto.
Politisi Gerindra ini menegaskan, bendungan yang saat ini sudah siap beroperasi dengan daya tampung sudah mencapai 101 persen. Hal itu siap dimaksimalkan untuk kesejahteraan petani dan ketahanan pangan.
Didampingi Bupati Karanganyar Rober Christanto, Anggota Komisi V DPR RI Sriyanto Saputro meninjau bendungan Jlantah. (RRI Foto Mulato Ishaan)Menurut Sriyanto, tugasnya kini adalah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS BS) untuk membantu Bupati Karanganyar menggenjot proyek irigasi pendukung.
“Sudah ada Inpres Irigasi Nomor 2 Tahun 2025. Kita akan kebut supaya petani lebih sejahtera dan swasembada pangan tercapai,” ujar dia.
Saat ini, anggaran irigasi masih dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). Sriyanto berharap pembahasan anggaran bisa rampung untuk tahun anggaran 2026. “Mudah-mudahan 2026 sudah ada alokasi anggaran. Perkiraan sementara sekitar Rp130 miliar, tapi detailnya belum final,” kata dia.
Dengan potensi besar yang dimiliki Bendungan Jlantah, Sriyanto optimistis proyek ini akan segera terealisasi. “Ini bukan cuma soal irigasi, tapi juga memperkuat ekonomi lokal dan daya tarik wisata Karanganyar. Kami akan kawal terus,” ucap dia.
Tak hanya itu, bendungan ini juga menjamin ketersediaan air baku sebanyak 150 liter per detik. Kapasitas air tersebut nantinya dapat digunakan untuk Kecamatan Jumapolo, Jatiyoso dan Jatipuro.
Bupati Karanganyar Rober Christanto mendampingi kunker Sriyanto Saputra mengatakan, Pemkab Karanganyar siap membantu pembebasan lahan untuk saluran irigasi. Pihaknya sangat berharap perluasan proyek ini segera terealisasi untuk mewujudkan swasembada pangan.
"Ya pasti kami akan menindaklanjuti ikut membantu proses (pembebasan lahan). Intinya kami sangat berterima kasih pembangunan Waduk Jlantah udah 100 persen untuk pengairan pertanian di Kabupaten Karanganyar. Kita proses pasti akan bantu dan dorong pembebasan lahan yang akan dilalui," ujar Rober. MI