Komisi V DPR RI Upayakan Angggaran IPA-Reservoar Bendungan Pidekso

  • 10 Apr 2025 23:15 WIB
  •  Surakarta

KBRN,Wonogiri: Anggota Komisi V DPR RI dari Dapil 4 Jateng Sriyanto Saputra akan mengupayakan anggaran untuk penyediaan air bersih bagi warga Paranggupito, Kabupaten Wonogiri. Diperkirakan butuh dana Rp 200 miliar untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) hingga reservoar dari Bendungan Pidekso Giriwoyo, Wonogiri.

Hal itu terungkap dalam kunjungan kerja Sriyanto Saputra di Spam Regional Wososukas Wonogiri, Kamis (10/4/2025). Sriyanto diterima Kepala BBWSBS Maryadi, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Tengah Kementrian PU Kuswara, Direktur Umum dan Keuangan PT Tirta Utama Amir Tohari dan Wabup Wonogiri Imron Rizkyarno.

Dalam kesempatan itu Sriyanto mengatakan, penyediaan air bersih di Wonogiri butuh perjuangan. Bagaimana nantinya penggunaan air baku dari Waduk Pidekso di Kecamatan Giriwoyo ke Paranggupito butuh dana besar dari APBN.

"Air dari Waduk Pidekso bisa disalurkan ke Kecamatan Paranggupito ini luar biasa, ini dapil saya. Kami akan berusaha keras akan berkoordinasi dengan Pak Bupati Pak Wakil Bupati BBWSBS dan Cipta Karya, nanti kita berkolaborasi bagaimana pemerintah hadir untuk masyarakat," ujar Sriyanto.

Anggota Fraksi Gerindra DPR RI itu menyampaikan rencana ini sangat positif, bahwa pemerintah harus hadir. Apalagi selama ini kebutuhan air selain untuk irigasi, pemerintah juga memberi perhatian untuk kebutuhan air minum.

"Untuk Pidekso kebutuhan 200 miliar untuk kapasitas 200 liter perdetik. Kita perlu kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten, dimana Pak Bupati sama-sama mikirke untuk kepentingan rakyat," ucap Sriyanto.

Pada kesempatan itu Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Tengah Kementrian PU Kuswara menyampaikan pembangunan IPA dan Reservoar di Pidekso akan bertahap. Meskipun kapasitas dari bendungan itu bisa mencapai 200 liter perdetik.

"Kita akan bangun bertahap 100 liter per detik dulu, kurang lebih Rp 100 miliar. Kalau 200 liter perdetik idealnya bisa 200 miliar," ucap dia.

Menurutnya Cipta Karya hanya membangun jaringan reservoar. Sementara itu Pemerintah Kabupaten yang akan menyambungkan ke rumah-rumah melalui PDAM.

"Kita masih perencanaan DED (detail engineering design). Ada lahan juga yang harus dibebaskan untuk reservoir enam titik. Satu titiknya sekitar 1.500 meter persegi totalnya ya 9.000 meter persegi di 6 titik," ujar Kuswara. MI

Rekomendasi Berita