Embarkasi Solo Terima 19 Jemaah Tambahan Asal Cilacap
- 17 Mei 2026 13:03 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo menerima 19 jemaah calon haji tambahan asal Kabupaten Cilacap pada hari ke-27 operasional, Minggu, 17 Mei 2026.
Belasan jemaah ini didatangkan khusus untuk mengisi sisa ketersediaan kursi (seat) kosong pada kelompok terbang (kloter) berikutnya.
Langkah tersebut diambil guna mengoptimalkan sisa kuota keberangkatan yang masih tersedia sebelum operasional fase pemberangkatan gelombang kedua resmi berakhir.
Kasi Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, menjelaskan hingga saat ini Embarkasi Solo telah menerima total 76 kloter dengan jumlah jemaah mencapai 27.328 orang.
Sementara itu, jemaah yang telah resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci tercatat sebanyak 75 kloter dengan total 26.519 jemaah. Untuk kloter 76 sendiri dijadwalkan bertolak dari Bandara Adi Soemarmo Surakarta pada pukul 22.00 WIB.
"Untuk hari operasional ke-27 di embarkasi Solo ini kami sebenarnya tidak ada jadwal kedatangan untuk keseluruhan kloter. Namun sekarang kita sedang menerima jemaah haji sebanyak 19 jemaah dari Kabupaten Cilacap untuk mengisi ketersediaan seat yang ada nanti," ujar Nabiila kepada rri.co.id, Minggu, 17 Mei 2026.
Mengenai kondisi jemaah gelombang pertama yang sebelumnya berada di Madinah, PPIH mengonfirmasi seluruhnya kini sudah bergeser ke Makkah untuk bersiap menghadapi puncak ibadah haji di Armuzna.
Pihak humas juga terus mengimbau agar jemaah membatasi aktivitas luar ruangan seperti city tour demi menjaga ketahanan fisik dari cuaca ekstrem.
Saat ini, tercatat masih ada enam jemaah asal Embarkasi Solo yang terpaksa menunda keberangkatan karena harus menjalani perawatan medis di rumah sakit dan poliklinik setempat.
Salah satu jemaah tambahan yang beruntung mengisi kekosongan kursi tersebut adalah Guswarto, seorang lansia berusia 81 tahun asal Cilacap.
Guswarto mengaku tidak menyangka bisa diberangkatkan pada musim haji tahun ini karena jadwal keberangkatan aslinya baru jatuh pada tahun 2027 mendatang.
Percepatan ini diperoleh karena dirinya dinilai sigap dalam menyelesaikan pelunasan biaya serta pengurusan dokumen paspor dan visa haji secara lengkap.
"Saya kebetulan sudah melunasi, sudah mengurus paspor, mengurus visa dan lain sebagainya sudah lengkap jadi saya ikut dipanggil. Makanya dimasukkan ke kelompok tambahan susulan," kata Guswarto penuh rasa syukur saat ditemui di gedung penerimaan.
Meski harus berangkat seorang diri karena sang istri dalam kondisi sakit, Guswarto tetap optimistis dan menjaga kesehatannya secara mandiri.
Ia rajin melakukan aktivitas fisik ringan seperti menyapu rumah dan rutin memeriksakan diri ke dokter minimal sebulan sekali sebagai modal fisik di Tanah Suci.
Semangat lansia ini menjadi cerminan tekad kuat para jemaah tambahan dalam memenuhi panggilan ibadah ke Baitullah meskipun melalui jalur susulan. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....