Tiga Jemaah Haji Embarkasi Solo Wafat, Pemerintah Jamin Badal Haji-Asuransi
- 09 Mei 2026 11:25 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Kabar duka menyelimuti operasional haji di Embarkasi Solo pada Sabtu, 9 Mei 2026. Tercatat sebanyak tiga jemaah haji asal Jawa Tengah dilaporkan wafat saat menjalani ibadah di Tanah Suci.
Ketiga jemaah tersebut berasal dari Kota Tegal, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Brebes, yang saat ini telah dimakamkan di Makam Baqi, Madinah. Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam atas wafatnya para jemaah tersebut.
Berdasarkan laporan medis, penyebab wafatnya jemaah antara lain disebabkan oleh penyakit jantung dan sesak napas atau PPOK. Meskipun saat keberangkatan telah dinyatakan layak terbang, kondisi kesehatan jemaah menurun setibanya di Arab Saudi.
"Kami dari keluarga besar PPIH Embarkasi Solo ikut berbelasungkawa atas wafatnya tiga jemaah ini, semoga husnul khatimah. Bagi jemaah yang meninggal sebelum sempat wukuf, akan dibadalhajikan oleh petugas haji Indonesia," ujar Fitriyanto saat ditemui rri.co.id, di Asrama Haji Donohudan, Sabtu, 9 Mei 2026.
Selain jaminan badal haji, pemerintah juga memastikan ahli waris jemaah akan mendapatkan santunan asuransi. Nilai asuransi yang diberikan setara dengan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayarkan jemaah, yakni sekitar 56 juta rupiah.
Menariknya, pihak keluarga tidak perlu mengurus administrasi yang rumit karena proses pencairan akan langsung ditangani oleh kementerian.
"Keluarga tidak usah ngurus, nanti kementerian yang akan mengurus dan santunan langsung ditransfer ke rekening jemaah yang meninggal tersebut," kata Fitriyanto menambahkan.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi tamu Allah. Hingga hari ini, tercatat ada 12 jemaah lainnya yang masih menjalani perawatan intensif di poliklinik embarkasi maupun rumah sakit rujukan.
Petugas terus memantau kondisi kesehatan jemaah secara berkala dan akan mencarikan ketersediaan kursi pada kloter berikutnya apabila jemaah sudah dinyatakan sehat dan layak terbang oleh tim medis. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....