PPIH Embarkasi Solo Tekankan Aturan Ketat Barang Bawaan Jemaah Haji
- 07 Mei 2026 10:49 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo memberikan penekanan khusus mengenai aturan barang bawaan bagi jemaah haji yang memasuki fase pemberangkatan gelombang kedua. Ketentuan ini dinilai krusial untuk memastikan kelancaran proses administrasi dan mobilisasi jemaah setibanya di Arab Saudi.
PIC Humas Embarkasi Solo, David Jafar Saputra, menegaskan setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa tiga jenis tas resmi yang berasal dari pihak maskapai. Ketiga tas tersebut meliputi tas paspor, tas kabin atau tas tenteng, serta tas bagasi berupa koper besar sesuai ketentuan penerbangan.
“Terkait barang bawaan selalu kita tekankan hanya ada tiga tas yang bisa dibawa jemaah,” ujar David Jafar Saputra, Kamis 7 Mei 2026.
David menjelaskan tas paspor wajib dikenakan atau dikalungkan oleh jemaah sejak berangkat dari daerah asal hingga tiba di tanah suci. Petugas menemukan adanya jemaah yang menyimpan tas paspor di dalam koper besar sehingga menyulitkan proses pemeriksaan dokumen saat kedatangan di bandara.
Hal ini menjadi kendala karena dokumen penting serta obat-obatan rutin yang sering dibutuhkan jemaah biasanya tersimpan di dalam tas paspor tersebut. Dengan mengenakan tas paspor secara benar, jemaah dapat lebih cepat melewati proses penerimaan tanpa harus membongkar tas bagasi terlebih dahulu.
“Jangan sampai menaruh tas paspornya itu di tas besar, jadi agak kesulitan saat kedatangan di penerimaan kita harus membuka dulu,” ucapnya.
Selain itu, David juga memberikan imbauan terkait penggunaan tas tambahan seperti tas Armuzna yang berbentuk ransel fleksibel. Tas tersebut dilarang dibawa secara terbuka saat menjelang keberangkatan dan hanya boleh digunakan saat prosesi puncak haji di Arab Saudi nanti.
Petugas meminta jemaah untuk melipat tas Armuzna tersebut dan memasukkannya ke dalam koper besar selama perjalanan di pesawat. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan barang bawaan jemaah yang dapat menghambat akses layanan fast track di bandara kedatangan.
“Tas Armuzna hanya boleh dipakai saat prosesi Armuzna di sana, kalau nanti dilipat dimasukkan di koper besar saja,” ujar David.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....