Tambah Dua Kloter, Asrama Haji Donohudan Boyolali Sudah Menerima 14.744 Jemaah

  • 05 Mei 2026 15:46 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Asrama haji Donohudan Boyolali, kembali menerima dua kedatangan kelompok terbang atau kloter yakni kloter 42 dan 43 yang di dominasi Kabupaten Kudus pada Selasa, 5 Mei 2026.

Kloter 42 sendiri ada sebanyak 360 orang yang terdiri dari 354 jemaah dan enam petugas haji. Diketahui juga dari 354 jemaah kloter 42, ada sebanyak 227 jemaah berusia lanjut usia dan 12 diantaranya menggunakan kursi roda.

Dalam persiapannya, ketua kloter 42, Mohammad Azhar Latif mengatakan bahwa petugas sudah selalu meminta para jemaah untuk memperhatikan kesehatan, istirahat yang cukup dan himbauan berolahraga minimal 30 menit sehari.

"Kita persiapannya memang disuruh untuk istirahat banyak tapi kenyataannya ya karena tradisi-tradisi Jawa khususnya di Kabupaten Kudus itu memang banyak sekali tradisi, akhirnya kalau saya lihat tadi banyak para jemaah yang datang ke sini sudah dalam keadaan capek. Untuk menjaga kesehatan juga jemaah diminta minimal jalan kaki minimal sehari 30 menit," kata Mohammad Azhar Latif.

Ditambahkannya, juga ada beberapa kendala lain terkait aturan-aturan terbaru yang menjadi pertanyaan para jemaah ketika berada di Mekkah

Meskipun begitu Mohammad Azhar Latif tetap meminta para jemaah untuk lebih fokus beribadah sebagai tujuan berangkat ke tanah suci.

"Ada regulasi-regulasi baru itu mungkin yang sekarang enggak boleh, seperti ziarah. Itu kan sekarang enggak boleh sebelum Armuzna. Kemarin menjadi perdebatan dari teman-teman jemaah haji. Ibadah-ibadah yang lainnya saya tidak melarang tetapi mohon untuk bisa membatasi diri," katanya menambahkan.

Sementara itu, kloter 43 yang juga tiba di Asrama Haji Donohudan, ada 360 orang terdiri dari 354 jemaah, enam petugas haji dan 162 diantaranya berusia lansia serta 24 jemaah menggunakan kursi roda.

Ditemui di Asrama Haji Donohudan, Ketua Kloter 43, Arief Rachmanto, menjelaskan dalam menjaga kondisi kesehatan para jemaah, dirinya juga sudah menghimbau untuk berolahraga.

"Sudah disarankan olahraga juga dua hari dalam satu minggu dengan berjalan kaki kurang lebih 30 menit gitu. Kita enggak narget berapa jaraknya, tapi berapa lama dia sanggup jalan kaki gitu dan istirahat cukup itu juga ada himbauan tapi dari jemaah sendiri kan sulit untuk menahan tidak menerima tamu," ucap Arief Rachmanto.

Lebih lanjut, Arief Rachmanto menghimbau jemaah bisa fokus pada niat beribadah di tanah suci dan tidak memforsir kegiatan yang di luar dari keutamaan beribadah di Mekkah.

"Jangan memforsir untuk ibadah-ibadah yang sifatnya enggak wajib gitu. Karena kita di sana fokusnya untuk ibadah di Armuzna yang saat itu memang benar-benar membutuhkan fisik yang prima. Jadi jemaah diharapkan bisa menahan diri untuk mengumpulkan tenaga untuk puncak haji itu," ucapnya menambahkan. (JK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....