PPIH Embarkasi Solo Membatalkan Keberangkatan 23 Jemaah Haji karena Sakit
- 01 Mei 2026 17:11 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo hingga Jumat, 1 Mei 2026, sudah membatalkan keberangkatan dan memulangkan kembali ke daerah asal sebanyak 23 jemaah haji. Hal itu lantaran 23 jemaah tersebut tidak layak menuju tanah suci karena sakit.
Selain memulangkan jemaah haji, dalam data berjalan juga Asrama Haji Donohudan Boyolali sudah menerima kedatangan 31 kloter dengan total 11.151 jemaah dan sudah menerbangkan 28 kloter ke tanah suci dengan jumlah 10.040 jemaah.
Ditemui di kantor humas Asrama Haji Donohudan, Kasi Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia juga menjelaskan ada sebanyak 10 jemaah yang masih dalam perawatan dan harus tertunda penerbangannya menuju tanah suci.
"Untuk jemaah yang sakit di embarkasi Solo, update terakhir ini sebanyak 10 jemaah haji, tujuh jemaah haji di rawat di Rumah Sakit Moewardi, satu jemaah haji di Rumah Sakit TNI Angkatan Udara dan dua jemaah haji di observasi di klinik Embarkasi Solo," kata Nabiila Azka Amaalia.
Lebih lanjut, Nabiila Azka Amaalia turut menghimbau kepada para jemaah untuk menjaga kondisi tubuh, agar proses perjalanan haji bisa berjalan lancar dan layak untuk diterbangkan.
Selain itu juga, diharapkan kepada para jemaah agar tidak menghiraukan adanya pesan yang melampirkan link untuk aktivasi kartu nusuk. Hal itu karena ada beberapa jemaah yang tertipu atas pesan tidak bertanggungjawab tersebut.
"Kami juga selalu menghimbau kepada jemaah haji agar tidak tertipu atau kan sekarang banyak ya untuk link-link mengaku aktivasi nusuk, update data. Tolong untuk tidak dihiraukan, karena informasi terkait haji selalu menggunakan website resmi dari Kementerian Haji, atau dari akun official Kementerian Haji Kabupaten dan Daerah," katanya menambahkan.
PPIH Embarkasi Solo menegaskan pada aturan tahun 2026 ini, keberangkatan jemaah haji memang diperketat istitha'ahnya, sehingga para jemaah diminta untuk tetap menjaga agar bisa dinyatakan layak terbang.
Terkait 23 jemaah yang dipulangkan sendiri, ada dua kemungkinan untuk kembali dijadwalkan terbang ke tanah suci pada tahun 2026 ini atau ditunda hingga tahun depan dengan catatan layak istitha'ahnya. (JK/MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....