Jemaah Haji Risti Karanganyar Capai 60 Persen, Kemenhaj Imbau Batasi Acara Pamitan

  • 29 Apr 2026 17:05 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Karanganyar meminta para jemaah haji untuk membatasi kegiatan sosial atau acara pamitan menjelang keberangkatan ke tanah suci. Himbauan ini menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Edukasi Kesehatan dari PPIH Embarkasi Solo guna menekan banyaknya jumlah open seat di masa pemberangkatan haji tahun 2026.

Kepala Kemenhaj Karanganyar, Sofyan Hadi, mengungkapkan acara seperti walimatussafar seringkali membuat kondisi fisik jemaah menurun drastis tepat sebelum hari keberangkatan. Kondisi fisik yang kelelahan dikhawatirkan memicu kambuhnya penyakit bawaan atau komorbid yang dapat membuat jemaah tidak layak terbang saat pemeriksaan kesehatan akhir di embarkasi.

Sofyan menyebut fenomena jemaah yang tertunda keberangkatannya akibat kelelahan cukup banyak terjadi, sehingga jemaah diminta lebih fokus menjaga kebugaran di rumah masing-masing.

“Ciri jemaah haji kita biasanya banyak membuat acara pamitan ke tetangga dan saudara tanpa memperhatikan keberangkatan sudah dekat, sehingga saat hari H malah ngedrop. Nanti di embarkasi ada pemeriksaan kesehatan akhir, kalau badan tidak fit atau komorbid kambuh, malah tidak bisa terbang,” ujar Kepala Kemenhaj Karanganyar Sofyan Hadi saat dikonfirmasi RRI, Rabu 29 April 2026.

Sofyan mengatakan, Kemenhaj telah melayangkan edaran kepada mitra seperti KBIH dan IPHI tingkat kecamatan agar pelaksanaan acara seremonial tidak mepet dengan jadwal keberangkatan. Meskipun seluruh jemaah Karanganyar sudah dinyatakan lolos syarat istita'ah kesehatan pada awal tahun, kepastian keberangkatan tetap bergantung pada kondisi fisik prima saat tiba di Embarkasi Donohudan.

“Edaran ini sudah kami sampaikan ke KBIH dan IPHI agar acara pamitan tidak mendekati hari keberangkatan sehingga jemaah cukup istirahat. Kami menitipkan tiga pesan utama yaitu luruskan niat, jaga kesehatan karena cuaca di Arab Saudi berbeda, serta jaga nama baik bangsa Indonesia,” ujar Sofyan.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Karanganyar mencatat sebanyak 60 persen dari total 590 calon jemaah haji dan petugas tahun ini masuk dalam kategori Risiko Tinggi (Risti). Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karanganyar, Supardi, menjelaskan kategori Risti tersebut didominasi oleh faktor usia di atas 60 tahun serta adanya riwayat penyakit tertentu.

“Dari total 590 jemaah dan petugas, kategori Risti memang di atas 60 persen, mulai dari yang butuh pengawasan ringan sampai pendampingan. Kami dari awal sudah mendampingi melalui tim kesehatan puskesmas untuk memantau kondisi mereka agar siap menghadapi perbedaan suhu yang panas di sana,” kata Supardi.

Dinas Kesehatan mengimbau jemaah untuk mulai meningkatkan ketahanan tubuh dan membiasakan diri mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup sebagai persiapan menghadapi cuaca ekstrem. Pendampingan intensif terus dilakukan agar jemaah kategori Risti tetap dalam kondisi stabil hingga jadwal keberangkatan yang direncanakan pada 10 Mei 2026 mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....