Jemaah Lansia Capai 40 Persen, Kloter 16 Terapkan Skema Pendampingan Khusus

  • 26 Apr 2026 11:36 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Pelayanan jemaah haji ramah lansia menjadi fokus utama Kloter 16 asal Kabupaten Batang saat memasuki Embarkasi Solo, Minggu 26 April 2026. Dengan komposisi lansia mencapai 40 persen dari total manifest, petugas kloter telah menyiapkan strategi pendampingan khusus yang melibatkan kesediaan sesama jemaah dalam satu rombongan.

Ketua Kloter 16, Sugito, mengungkapkan dari 354 jemaah, terdapat 165 jemaah lansia yang memerlukan perhatian ekstra selama di Tanah Suci. Guna memastikan seluruh rukun haji terlaksana dengan baik, pihaknya telah mewajibkan para pendamping untuk menandatangani surat pernyataan kesiapan membantu jemaah lansia sejak dari tanah air.

“Kami sudah melakukan mapping di daerah dan menyiapkan jemaah yang satu rombongan untuk siap menjadi pendamping bagi lansia. Mereka sudah bertanda tangan di pernyataan siap mendampingi agar koordinasi di lapangan lebih pasti,” ujar Sugito saat dikonfirmasi RRI.

Sugito menjelaskan pendampingan ini bersifat menyeluruh, mulai dari kebutuhan mobilisasi hingga pemantauan kesehatan harian. Selain kesiapan personil pendamping, petugas juga mengidentifikasi tujuh jemaah yang mutlak memerlukan kursi roda untuk aktivitas ibadah di Madinah maupun Mekkah nantinya.

“Ada tujuh jemaah yang menggunakan kursi roda karena kesulitan mobilisasi jalan dan sudah kami siapkan siapa yang mendorongnya. Bisa dari unsur keluarga sendiri atau sesama anggota jemaah dalam kloter yang sudah kami tunjuk dan siapkan,” ucap Sugito.

Selain pendampingan fisik, aspek medis juga menjadi perhatian serius petugas dengan pembekalan vitamin dan obat-obatan pribadi dari Puskesmas. Edukasi mengenai pentingnya menjaga stamina terus ditekankan kepada para pendamping agar jemaah lansia tidak memaksakan diri dalam menjalankan ibadah sunnah yang berisiko menguras tenaga.

Upaya mitigasi ini diharapkan mampu menekan angka jemaah sakit di Tanah Suci, mengingat saat ini masih terdapat delapan jemaah dari kloter lain yang harus menjalani perawatan di Embarkasi. Sinergi antara petugas kloter dan jemaah pendamping menjadi fondasi utama dalam mewujudkan misi haji yang nyaman bagi kelompok disabilitas dan lanjut usia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....