PPIH Embarkasi Solo Kukuhkan 270 Petugas, Siap Layani 34 Ribu Calon Jemaah Haji

  • 20 Apr 2026 11:34 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo mulai siap untuk memberangkatan sebanyak 34 ribu calon jemaah haji tahun 2026 asal Jawa Tengah. Sebanyak 270 petugas PPIH Embarkasi Solo secara resmi dikuhkuhkan untuk melayani tamu Allah selama proses pemberangkatan jemaah haji.

Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, menjelaskan total kuota haji Jawa Tengah tahun ini mencapai 34.122 jemaah. Jumlah tersebut mencakup 32.138 jemaah urut porsi, 1.706 prioritas lansia, 191 petugas daerah, serta 87 pembimbing KBKU dengan proporsi jemaah lansia di atas usia 65 tahun masih mencapai angka 40 persen.

“Untuk kloter satu insyaallah besok pagi tanggal 21 April pukul 06.00 dari Kabupaten Tegal sebanyak 360 orang. Jemaah kloter pertama ini dijadwalkan akan berangkat menuju Arab Saudi pada tanggal 22 April 2026 pukul 01.05 WIB,” ujar Fitriyanto, Senin 20 April 2026.

Ketua PPIH memaparkan adanya perbedaan signifikan dalam teknis keberangkatan tahun ini, di mana sebagian jemaah asal Jawa Tengah akan diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta. Sebanyak 15 kloter atau sekitar 6.000 jemaah dari wilayah eks-Karesidenan Kedu seperti Magelang, Temanggung, hingga Kebumen akan terbang lewat Yogyakarta guna mengurangi tingkat kelelahan jemaah.

“Pertimbangannya karena secara geografis lebih dekat dengan Jogja sehingga jemaah bisa lebih rileks dan tidak terlalu lelah di perjalanan. Selain itu, pemecahan ini dilakukan untuk meningkatkan layanan karena kepadatan di Embarkasi Solo yang biasanya mencapai lima kloter sehari akan berkurang,” katanya.

Terkait kesiapan fasilitas, pihak PPIH menyatakan persiapan sudah mencapai hampir 100 persen termasuk simulasi layanan One Stop Service. Inovasi penting tahun ini adalah pembagian kartu nusuk yang dilakukan langsung di masing-masing embarkasi di tanah air, berbeda dengan tahun lalu yang baru dibagikan saat jemaah tiba di Arab Saudi.

“Tahun ini kartu nusuk langsung dibagikan di tanah air saat jemaah masuk asrama, sehingga jemaah bisa lebih tenang dan tinggal khusyuk beribadah saat sampai di Arab Saudi. Kami juga memberikan edukasi agar jemaah yang muda membantu yang tua mengingat jumlah lansia kita masih cukup tinggi,” ucap Fitriyanto.

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Perbekalan PPIH Embarkasi Solo, David Fajar Saputra, mengonfirmasi bahwa koper jemaah untuk lima kloter pertama asal Kabupaten Tegal sudah mulai tiba di asrama. Meskipun demikian, pihak penerbangan masih melakukan pengecekan secara rutin, mengingat berdasarkan dari penyelenggaraan sebelumnya, masih sering ditemukan sejumlah barang terlarang milik jemaah.

“Kami sudah menerima koper untuk kloter satu sampai lima yang semuanya berasal dari Kabupaten Tegal. Dalam proses pengecekan, biasanya masih ditemukan barang-barang yang dilarang dalam penerbangan seperti power bank yang kerap terjadi saat ini,” kata David.

David menjelaskan koper milik petugas dan jemaah haji daerah akan dibawa langsung sebelum masuk ke Embarkasi. Proses sterilisasi barang bawaan menjadi prioritas untuk memastikan keamanan penerbangan sesuai standar internasional yang ditetapkan pihak maskapai.

“Untuk koper besar dilakukan pengecekan ketat oleh pihak penerbangan. Kami terus berkoordinasi agar barang bawaan jemaah benar-benar aman dan tidak menghambat proses keberangkatan nanti,” ujarnya.

Adapun, data PPIH mencatat jemaah tertua tahun ini berasal dari Kabupaten Klaten dengan usia 84 tahun. Sementara jemaah termuda berusia 13 tahun asal Kabupaten Magelang yang berangkat untuk menggantikan posisi pendaftar sebelumnya. Seluruh petugas dikerahkan untuk memastikan layanan prima bagi seluruh jemaah selama masa operasional haji 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....