Sebanyak 53 Jemaah Wafat di Tanah Suci

  • 14 Jul 2025 04:02 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Boyolali: Proses pemulangan jemaah haji melalui Embarkasi Solo terus berlangsung. Hingga Senin (7 Juli 2025), total 30.167 jemaah telah kembali ke Tanah Air dalam 83 kelompok terbang (kloter). Hari ini, dua kloter dari Kabupaten Temanggung dijadwalkan tiba di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali.

“Embarkasi Solo telah menerima jemaah haji sebanyak 30.167 jemaah, tergabung dalam 83 kloter. Dan hari ini jadwalnya kita ada 2 kloter yang kita terima, yaitu kloter 84 yang telah kita terima tadi dini hari jam 2.29 dari Kabupaten Temanggung, jumlahnya 360 dan saat ini kita sedang menunggu kedatangan kloter 85 yang saat ini baru sampai di Lampung pesawatnya. Harapannya nanti sesuai jadwal di jam 8 lebih nanti akan tiba di Bandara Adi Sumarmo, juga dari Kabupaten Temanggung,” ujar Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Gentur Rachma Indriadi.

Di sisi lain, data dari Siskohat mencatat masih ada 34 jemaah haji yang dirawat karena sakit di Tanah Suci. Enam di antaranya adalah jemaah yang seharusnya sudah kembali ke Indonesia. Sedangkan 28 lainnya merupakan jemaah dari kloter-kloter berikutnya yang masih berada di Arab Saudi.

“Sementara untuk yang sakit di Embarkasi ada tiga, satu dirawat di Rumah Sakit Muwardi, satu di RSUP Surakarta, dan satu lagi di RSU Pandanaran Boyolali. Mereka berasal dari Kloter 79, Kloter 48, dan Kloter 83,” ucap Gentur.

Adapun jumlah jemaah haji yang wafat di Tanah Suci hingga hari ini tercatat sebanyak 53 orang. Selain itu, empat jemaah juga wafat di tanah air setelah mendarat di Embarkasi Solo.

“Empat jemaah yang wafat di Embarkasi ini, jemaah sudah pulang, pesawat sudah landing, dan diterima di Embarkasi. Namun karena alasan kesehatan, dari tim kesehatan Embarkasi menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit. Dan pada saat menjalani perawatan di rumah sakit rujukan tersebut, jemaah tersebut wafat,” katanya.

Satu jemaah bahkan sempat menjalani penanganan di Poliklinik Embarkasi namun meninggal dunia sebelum sempat dirujuk. “Sedang kita upayakan untuk penanganan kesehatan, tapi ternyata memang beliau tetap dipanggil oleh Allah dan wafat di Poliklinik Embarkasi,” ucap Gentur.

Terkait penyebab sakit, Gentur menjelaskan bahwa pihaknya hanya menerima data nama dan lokasi perawatan, tanpa rincian diagnosa medis. Namun, pihaknya siap memfasilitasi komunikasi keluarga dengan otoritas haji di Arab Saudi jika dibutuhkan.

“Memang punya penyakit bawaan, penyakit bawaan jantung. Dan yang meninggal di sini itu riwayatnya memang hipertensi, cuman memang tidak rutin mengkonsumsi obat. Jadi mungkin kalau analisa dari dokter itu tekanan darah tinggi lonjakan,” ujarnya. (Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....