Empat Kloter Jemaah Haji Tiba di Donohudan

  • 14 Jul 2025 03:37 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Boyolali – Pemulangan jemaah haji Embarkasi Solo dari Tanah Suci terus berlangsung secara bertahap. Hingga Kamis (3 Juli 2025) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo telah menerima kedatangan sebanyak 70 kloter dengan total 25.150 jemaah yang kembali ke Tanah Air melalui Bandara Adi Soemarmo, Boyolali.

Humas PPIH Embarkasi Solo, Gentur Rachma Indriadi, menjelaskan bahwa pada hari ini terdapat empat jadwal kedatangan kloter dari Madinah.

"Hari ini kita ada empat jadwal kedatangan kloter dari Tanah Suci ke Tanah Air dimulai dari Kloter 70 dari Kota Yogyakarta dan Kabupaten Semarang. Mendarat jam 4.37 dan kita telah selesaikan proses serah terimanya ke petugas daerah Kota Yogyakarta, alhamdulillah selesai lancar, jumlahnya tadi 360 full seat," ujarnya.

Setelah itu, Kloter 71 yang merupakan gabungan dari beberapa daerah, seperti Kabupaten Sleman, Kota Surakarta, Kota Yogyakarta, Rembang, Grobogan, Demak, Brebes, Blora, dan Bantul, dijadwalkan mendarat pukul 09.05 WIB.

"Kloter 72 ini juga gabungan dari Wonogiri, Sukoharjo, Sragen, dan Jepara. Rencana mendarat jam 14.10 di Bandara Adi Soemarmo, dan terakhir hari ini Kloter 73 dari Kabupaten Sukoharjo akan mendarat pukul 21.20," katanya.

Sementara itu, update jemaah haji yang masih sakit juga menjadi perhatian. Hingga Kamis, sebanyak 67 jemaah sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi, dan 15 di antaranya seharusnya sudah kembali ke Indonesia namun tertunda karena kondisi kesehatan.

"Untuk Jemaah Haji sakit di Embarkasi ada 6, 4 di antaranya dirujuk di RSUP Surakarta dan 2 dirujuk di RSUD Dr. Moewardi. Untuk update Jemaah Haji wafat saat ini tercatat ada 50 dan semuanya wafat di Tanah Suci," kata Gentur.

Ia menambahkan bahwa seluruh jemaah haji Indonesia, khususnya dari Embarkasi Solo (SOC), saat ini sudah berada di Madinah. "Jadi semua kembali ke tanah air dari Bandara Madinah semuanya," ucapnya.

Sementara itu, kesiapan di Asrama Haji Donohudan juga terus dijaga, termasuk kebersihan gedung yang menjadi lokasi transit jemaah.

Penanggung jawab Gedung Muzdalifah, Edy Santosa menyampaikan bahwa kebersihan gedung dilakukan oleh petugas kebersihan dari warga sekitar. "Petugas kebersihan ini ada 10, dari warga sekitar. Mereka membersihkan gedung Muzdalifah. Prosesnya itu jemaah selesai serah terima dan kembali ke daerah asalnya, terus dibersihkan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa proses pembersihan berlangsung cepat. "Ya selesai sekitar 30 menitan, jadi sebelum jemaah datang itu sudah siap. Kebersihannya lancar, tidak ada kendala," katanya. (Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....