Percepat Pemulangan Jemaah Haji, Ambulift Disiagakan Satu Bulan

  • 12 Jun 2025 17:03 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Boyolali: Upaya mempercepat proses pemulangan jemaah haji saat tiba di tanah air, terus dilakukan PPIH Debarkasi Solo bersama dengan stakeholder terkait.

Terbaru, hasil dari rapat koordinasi persiapan penyambutan jemaah haji kloter pertama, pihak maskapai PT Garuda Indonesia bersama Gapura Angkasa menerapkan inovasi baru dengan menyediakan fasilitas Ambulift khusus untuk jemaah haji Lansia dan Disabilitas.

Pejabat Humas PPIH Debarkasi Solo, Gentur Rahma Indriadi mengatakan, penyediaan fasilitas Ambulift khusus jemaah haji lansia dan disabilitas itu, untuk mempercepat mobilisasi jemaah saat tiba di bandara Adi Soemarmo. Nantinya, fasilitas Ambulift akan disiagakan 1 bulan penuh, selama masa pemulangan jemaah haji.

"Dari pihak Garuda dan pihak Gapura, sudah menyampaikan ada sedikit inovasi yaitu adanya fasilitas ambulift. Ya diperuntukkan bagi jemaah lansia dan disabilitas, sehingga akan lebih memudahkan pergerakan mobilisasi jamaah tersebut pada saat menuruni pesawat," ujar Pejabat Humas PPIh Embarkasi Solo Gentur Rahma Indriadi saat dikonfirmasi RRI, Kamis (12/6/2025).

Gentur mengatakan, inovasi baru itu, diterapkan setelah pihak maskapai dan gapura angkasa berkaca pada pelaksanaan layanan pemulangan jemaah haji di tahun 2024 lalu. Sebelumnya, pelayanan jemaah lansia dan disabilitas saat penurunan dari pesawat, disediakan 2 petugas haji khusus untuk membantu para jemaah.

Namun, kondisi itu dinilai kurang efektif, mengingat kondisi tubuh petugas tidak sepenuhnya fit setiap hari. Maka, dengan fasilitas Ambulift, proses mobilisasi jemaah haji lansia dan disabilitas dari pesawat menuju bandara dapat lebih efektif dan evisien.

"Tidak setiap saat petugas itu fit badannya, hal itu yang terus menjadi pemikiran dari pihak Garuda untuk menyediakan ambulift itu, jadi dari sisi keamanan, sisi kenyamanan jamaah dan yang pasti lebih efektif dan efisien," ucapnya.

Lebih lanjut, Gentur mengatakan, PPIH Debarkasi Solo juga menyiagakan petugas kesehatan sejak dari Bandara hingga di Asrama Haji Donohudan. Pasalnya, kondisi kesehatan jemaah haji pasca dari tanah suci mekah jadi perhatian khusus petugas PPIH.

"Tentu kita sudah berkoordinasi dengan petugas kloter khususnya yang kesehatan. Nanti ada potensi berapa jamaah yang memang perlu perawatan khusus, yaitu nanti kita akan siapkan, itu menjadi prioritas penanganan nanti di awal," katanya.

Disamping itu, lanjut Gentur, pemantauan kondisi kesehatan jemaah haji juga dilakukan di Asrama Haji Donohudan. Para jemaah hasus melawati alat Thermocsan ketika memasuki gedung Muzdalifa sebelum mengikuti prosesi pelepasan jemaha menuju daerah masing-masing.

Apabila terdapat suhu tubuh jemaah haji diatas 37,5 Derajat Celcius maka, petugas kesehatan akan membantu mengarahkan jemaah untuk menjalani observasi di poliklinik asrama haji Donohudan.

"Jadi di gedung Muzdalifah, di penerimaan nanti, akan dipasang thermoscan dengan parameter 37,5 drajat celcius batasnya. Maka jamaah yang suhunya di atas 37,5 langsung nanti akan dipandu, didampingi oleh petugas kesehatan dilakukan observasi di poliklinik, kalau memang cukup di poliklinik ya observasi saja, kalau tidak nanti dirujuk ke rumah sakit rujukan," ucapnya.

Adapun Gentur menambahkan, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Dirtjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementrian Agama, untuk prosesi ceremonial penerimaan jemaah haji di Asrama Haji Donohudan hanya dibatasi waktu maksimal 30 menit.

"Ini memanh untuk memberikan rasa nyaman dan jemaah biar tidak terlalu terbebani jemaah haji dengan tahapan seremonial selama proses pemulangan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....