Jemaah Haji Embarkasi Solo Meninggal Dunia Jadi 19-Orang

  • 03 Jun 2025 11:51 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Sragen: Jemaah calon haji Embarkasi Solo meninggal dunia kembali bertambah. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo mencatat tambahan empat calon haji (calhaj) yang meninggal dunia.

Total hingga hari ini Selasa (3/6/2025) ada 19 calhaj yang meninggal dunia dari PPIH Embarkasi Solo. Empat orang terakhir meninggal dunia terhitung sejak 30 Mei hingga 1 Juni 2025.

Tambahan empat calhaj meninggal dunia meliputi Widyaningsih Binti Darnowiyoto (76) kloter 74 asal Kabupaten Sukoharjo. Calhaj tersebut meninggal dunia pada 30 Juni sekitar pukul 4.30 Waktu Arab Saudi (WAS) di RS Makkah.

Kemudian Tarsan Paryono (85) Kloter 06 Asal Banyumas. Calhaj tersebut meninggal dunia pada 30 Mei 2025 sekitar pukul 05.00 WAS di RS Makkah.

Lantas Winarso Darsopawiro (74) kloter 92 asal Kabupaten Kebumen. Calhaj itu meninggal dunia pada 31 Mei 2025 di RS Makkah sekitar pukul 15.31 WAS.

Kemudian yang terakhir Mudi Wasis (85) kloter 45 asal Kabupaten Jepara. Calhaj tersebut meninggal dunia pada 1 Juni 2025 sekitar pukul 14.57 di RS Makkah.

"Iya ada tambahan empat jemaah meninggal dunia setelah proses pemberangkatan haji yang terakhir. Semuanya sudah dimakamkan di pemakaman Seraya Arab Saudi," kata Humas PPIH Embarkasi Solo Gentur Rachma Indriadi saat dikonfirmasi, Selasa (3/6).

Adapun penyebab kematian calhaj tersebut, Gentur mengatakan rata-rata gagal nafas dan jantung. Mereka sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit sebelum dinyatakan meninggal dunia.

"Sempat di rawat semua. Meninggalnya semuanya di rumah sakit di Arab Saudi. Petugas PPIH Arab Saudi akan membadalhajikan para jemaah haji yang sudah meninggal dunia di puncak haji mendatang," katanya menjelaskan.

Gentur juga menyampaikan, bahwa saat ini para petugas dan jemaah calon haji sedang persiapan puncak ibadah haji. Para petugas kloter sudah survei lokasi yang nantinya akan digunakan untuk menginap arofah.

"Ini persiapan Armusna) Arofah, Muzdalifah dan Mina). Masing-masing petugas kloter sudah survei lokasi, pemasangan tanda kloter untuk memudahkan akses jemaah. Terus dilaksanakan bimbingan ibadah, persiapan kesehatan, persiapan fiqihnya dan persiapan barang-barang yang akan dibawa," katanya.

Perihal pengelolaan syarikah di Arab Saudi, Gentur mengklaim saat ini belum ada kendala. Hanya saja diingatkan pentingnya kartu nusuk haji agar tidak sampai kececer karena itu menjadi syarat untuk menuju Armusna.

"Keberadaan kartu nusuk ya karena itu sangat penting, untuk masuk Armusna itu semua kan pakai nusuk. Ini sudah dikoordinasikan antara petugas kloter dengan syarikah. Insya Allah untuk yang Haji reguler ini Aman semua karena bisanya bisa Haji semua."

Sebagai informasi PPIH Embarkasi Solo memberangkatkan jemaah calon haji ke tanah suci sebanyak 34.047 orang. Meliputi calhaj dari Provinsi Jawa Tengah 30.467 orang dan calhaj dari Daerah Istimewa Yogyakarta 3.200 orang serta petugas berjumlah 380 orang.

Adapun jemaah calon haji yang gagal berangkat pada tahun ini ada 66 orang. Terdiri 56 tidak istitha'ah kesehatan kemudian pendamping 9 orang. Lantas terkendala administrasi di keimigrasian ada satu orang. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....