Kisah Calhaj Embarkasi-Solo Tunda Berangkat Meski Didampingi Keluarga

  • 30 Mei 2025 16:33 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Boyolali: Sejumlah 59 jemaah calon haji Embarkasi Solo harus tunda berangkat pada masa pemberangkatan 2025. Dari jumlah tersebut mayoritas tidak istitha'ah atau dinyatakan tidak layak terbang.

Dari 59 calon haji (calhaj) yang gagal berangkat tahun ini seorang warga Kabupaten Kebumen. Jemaah tergabung dalam kloter 91 itu tetap dipulangkan ke daerah meskipun sudah didampingi empat anggota keluarga inti.

Salim Wajdi Plh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kebumen membenarkan ada satu calhaj yang gagal berangkat. Jemaah perempuan dari kloter 91 mengalami demensia berat.

"Ada gagal berangkat satu orang karena sampai sini demensia berat, kloter 91 (tiba Asrama Haji Donohudan kemarin) langsung dikembalikan ke daerah asal," kata Salim di Asrama Haji Donohudan, Jumat, (30/5/2025).

Dikatakan Salim, calhaj tersebut didampingi empat anggota keluarga inti. Terdiri suami dan anak-anaknya.

"Padahal pendamping banyak itu satu keluarga tapi tetap aja gak bisa. Satu keluarga itu lima orang dengan yang bersangkutan tapi demensia berat tidak memungkinkan untuk penerbangan. Jadi kadang-kadang lupa kadang ingat, usia 67 tahun," katanya menjelaskan.

Salim juga mengatakan, jemaah calon haji kebumen sejumlah 1.449 terbagi 5 kloter 91-95. Dia mengatakan dari 1.449 orang usia dibawah 40 tahun 83 jemaah orang, usia 40-60 sejumlah 683

"Di atas 60 tahun sejumlah 683. Kemudian calon haji tertua 95 tahun termuda 18 tahun. Ya mayoritas memang lansia," ucapnya.

Sedangkan Pejabat Humas PPIH Embarkasi Solo Gentur Rachma Indriadi mengatakan, jemaah calon haji yang mengalami gangguan kesehatan utamanya demensia tidak bisa ditolerir. Menurutnya calhaj tersebut tidak lolos syarat standar penerbangan.

"Kalau demensia berat tidak memungkinkan untuk penerbangan. Kalau pas di pesawat tiba-tiba pingin pulang ngajak turun gimana? Yang jelas sudah ada standar penerbangan dan standar kesehatan yang harus dipenuhi," katanya menjelaskan.

Gentur mengatakan, PPIH Embarkasi Solo mencatat ada 59 jemaah calon haji yang tunda berangkat. Dari jumlah tersebut 7 diantaranya adalah pendamping.

"Ya mayoritas karena demensia, kemudian gagal ginjal itu ada beberapa penyakit yang lain. Diharapkan setelah ada perawatan di daerah asal tahun depan bisa diberangkatkan ke tanah suci," ujarnya. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....