12 Tahun Penantian, Akhirnya Muh Nur Berangkat Haji
- 29 Mei 2025 21:53 WIB
- Surakarta
KBRN, Boyolali: Ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang paling didambakan oleh umat muslim di seluruh dunia. Tak terkecuali bagi para umat muslim di Indonesia.
Muh Nur salah satu jemaah haji asal kabupaten Demak merasa sangat bersyukur setelah mendapat kesempatan berangkat haji di tahun 2025. Penantiannya selama 12 tahun akhirnya dibayar lunas dengan keberangkatannya ke tanah suci tahun ini.
"Saya pikir, di Indonesia ini lebih dari 12 tahun, kita menantikan ini. ya ada yang 12 tahun ada yang 10 tahun. Saya sendiri setelah menunggu 12 tahun mendaftarkan, dan ini satu momentum dimana kita niatnya itu enggak sebentar, niatnya itu lama sekali," katanya kepada RRI.
Muh Nur mengatakan, pada kesempatannya kali ini, ia berangkat menunaikan ibadah haji bersama dengan ibunda tercintanya. Ia mendapat kepercayaan oleh anggota keluarganya untuk menjaga ibunda selama menjalankan setiap tahapan ibadah haji.
"Saya berangkat dengan ibu, sekaligus saya, saya juga dipasrahi keluarga untuk menjaga ibu saya. sehingga harapannya, disana semua berjalan lancar," ujarnya.
Muh Nur mengungkapkan, sangat bersyukur lantaran bisa menunaikan ibadah haji. Menurutnya, ibadah ini merupakan salah satu langkah untuk menyempurnakan rukun islam yang menjadi salah satu pegangan umat islam.
"Ya ini adalah satu ikhtiar, semua orang muslim selalu ingin mendambakan ke baitullah, ini salah satu pemenuhan rukun islam, jadi puncak dari segala ibadah ya haji. dan saya yakin semua umat islam, menantikan waktu kita datang ke tanah suci," ujarnya.
Untuk mempersiapkan keberangkatannya, Muh Nur mengaku terus berupaya memperdalam ilmu keagaaman melalui program manasik haji yang disediakan pemerintah. Disamping itu, ia tetap menjaga kesehatan baik jasmani maupun mental sebelum berangkat ibadah haji.
"Saya belajar dari 3 bulan yang lalu, itu ada manasik, dan manasik itu adalah satu cara pemerintah berikan, supaya kita untuk mempersiapkan diri secara pengetahuan, dan pengetahuan itu juga bukan hanya soal syarat rukun, tapi juga pengetahuan bagaimana menjaga fisik, mental, supaya kita disana siap," katanya.
Muh Nur menyebut, ibadah haji bukanlah medan perang yang harus dipersiapkan secara berlebihan. Maka menurutnya, tidak perlu untuk terlalu menuntut sempurna dalam beribadah haji, namun tetap harus berikhtiar agar bisa menjadi haji mabrur.
"Memang banyak kekeliruan keselahan, atau mis dalam pelaksanaannya anggap itu satu rposes, diseluruh zaman tidak pernah tidak ada miss, pasti ada, karena yang di service atau dilayani pemerintah arab saudi itu bukan cuman 1-2 orang tapi jutaan manusia. Jadi jangan eprnah dianggap medan perang tapi juga jangan pernah di sepelekan. Maka kita secara pribadi, dan mental harus menyiapkan kesabaran, secara fiskik harus sehat," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....