Beredar Video Viral Hajatan di Sragen Ricuh, MC Campursari Dikeroyok

  • 10 Agt 2026 15:41 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Sebuah potongan video yang memperlihatkan kericuhan pada acara hajatan di Kabupaten Sragen viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @iks_infokarisidenansolo. Suasana pesta yang semula penuh hiburan mendadak berubah tegang akibat keributan yang terjadi di sekitar panggung.

Informasi yang dihimpun menyebutkan kejadian tersebut berlangsung di Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, pada Minggu (9/8) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Dalam video yang beredar, tampak suasana memanas ketika beberapa penonton terlibat keributan. MC acara sempat dikejar-kejar massa, dan sebuah kursi plastik warna hijau terlihat dilempar ke arah pemain drummer.

Sejumlah warga dan tamu di lokasi langsung berusaha meredam situasi agar kericuhan tidak semakin meluas. Video ini pun mendulang beragam tanggapan dari warganet.

Menanggapi insiden tersebut, Kapolsek Ngrampal, Iptu Tri Ediyanto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya riak keributan dalam acara hajatan tersebut. Namun, pihak kepolisian membantah narasi yang menyebutkan telah terjadi pengeroyokan terhadap MC di acara campursari hingga pingsan.

"Terkait dengan munculnya video yang temanya MC dikeroyok sampai pingsan, bahwasanya kami dari Polsek Ngrampal langsung melakukan langkah-langkah klarifikasi kepada pihak terkait," ujar Iptu Tri Ediyanto, Senin 10 Agustus.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil klarifikasi dan pemeriksaan petugas Bhabinkamtibmas di lapangan, korban maupun MC dalam kondisi sehat dan tidak mengalami penganiayaan sebagaimana narasi yang beredar.

"MC dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Dirinya tidak merasa dikeroyok. Cuma diamankan dari suasana desak-desakan (oyok-oyokan) oleh Bhabinkamtibmas setempat. Jadi tidak ada pengeroyokan dan tidak ada yang pingsan," katanya menegaskan.

Terkait insiden pelemparan kursi plastik ke arah panggung, Kapolsek menyebutkan bahwa pelaku pelemparan telah dimediasi dan menyadari kesalahannya. Keributan tersebut dipicu oleh pengaruh minuman keras (miras).

"Kami sudah klarifikasi kepada pelempar kursi. Mereka menyadari kesalahannya dan meminta maaf karena khilaf di bawah pengaruh miras. Dari pihak MC pun tidak merasa keberatan dan sampai sekarang tidak ada aduan resmi. Semua sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan situasi aman terkendali," kata Kapolsek.

Atas kejadian ini, Polsek Ngrampal mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah Kecamatan Ngrampal untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan (Harkamtibmas), khususnya saat menggelar acara keramaian atau hajatan.

"Kami imbau kepada seluruh warga masyarakat, mari sama-sama menjaga keamanan agar wilayah tetap kondusif. Ketika ada hajatan, mohon kesadaran dari semua pihak untuk menjaga diri dan tidak melakukan hal serupa agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," ucap Kapolsek. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....