Polres Karanganyar Buru Pelaku Pembacokan Tiga Pesilat

  • 22 Jun 2026 21:53 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Karanganyar hingga kini masih memburu pelaku pembacokan terhadap tiga orang anggota perguruan silat di wilayah Kecamatan Karangpandan pada Sabtu malam lalu.

Pihak kepolisian juga langsung melakukan langkah cepat dengan menjalin koordinasi intensif bersama jajaran Polres Sragen guna melacak keberadaan pelaku yang diduga kuat berkaitan dengan laporan insiden serupa di wilayah hukum tetangga.

“Belum, pelaku belum diamankan. Ini masih koordinasi dengan Sragen karena ada kejadian yang sama,” kata Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Wikan Sri Kadiyono saat dikonfirmasi wartawan, Senin 22 Juni 2026.

AKP Wikan menjelaskan jajarannya masih terus melakukan penyelidikan mendalam di lapangan guna mengungkap identitas serta motif utama di balik aksi penyerangan brutal tersebut.

Insiden dugaan penganiayaan berat oleh orang tidak dikenal (OTK) itu terjadi tepat di depan PT Bintang Abadi Persada, Jalan Raya Solo–Tawangmangu, Ngemplak, Karangpandan, di tengah momentum ramainya kegiatan pengesahan warga salah satu perguruan silat.

Kondisi arus lalu lintas di sepanjang jalur utama Karangpandan menuju Kota Karanganyar saat peristiwa berdarah itu berlangsung diketahui tengah dipadati oleh ribuan peserta dan penggembira kegiatan pengesahan. Kepadatan massa yang luar biasa membuat suasana di sekitar lokasi kejadian menjadi sangat dinamis, hingga menyulitkan proses identifikasi awal terhadap pelaku penyerangan yang langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara.

“Ada tiga orang yang kena bacok. Dua saya lihat masih tergeletak. Satu sudah dibawa ke rumah sakit. Lukanya di bagian tangan,” ujar salah seorang saksi mata yang juga merupakan anggota perguruan silat asal Kecamatan Jenawi, Yanti.

Yanti menambahkan seluruh korban penganiayaan tersebut dalam kondisi sadar sepenuhnya saat dievakuasi oleh rekan-rekan sesama anggota perguruan dari badan jalan menuju fasilitas kesehatan terdekat. Kerasnya sabetan senjata tajam dari pelaku membuat ketiga korban menderita luka robek serius di bagian lengan tangan dan sempat harus menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit setempat.

Selain memicu kerawanan keamanan, membludaknya ribuan peserta kegiatan pengesahan malam itu juga menimbulkan kemacetan parah yang berdampak fatal pada mobilitas armada kendaraan darurat medis di jalan raya.

Salah seorang petugas ambulans mengonfirmasi kendaraannya sempat terjebak di tengah kepadatan arus lalu lintas saat hendak bergegas menjemput seorang pasien kritis lain pasca-mengantarkan para korban pembacokan ke unit gawat darurat.

Keterlambatan evakuasi akibat hambatan kemacetan panjang tersebut berujung memilukan di mana pasien yang hendak dijemput sudah dalam kondisi mengalami sesak napas berat sesampainya tim medis di rumah duka.

Meskipun pasien tersebut langsung dilarikan menuju fasilitas kesehatan terdekat menggunakan jalur alternatif, nyawa pasien itu akhirnya tidak dapat tertolong lagi dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter yang bertugas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....