Panaskan Mesin Mobil Sambil Menyalakan AC, Bikin Lama Panas?

  • 18 Sep 2026 13:24 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Banyak pemilik mobil masih memiliki kebiasaan memanaskan mesin beberapa menit sebelum berkendara. Dalam kondisi tertentu, AC juga ikut dinyalakan agar kabin mulai terasa sejuk. Namun, muncul anggapan bahwa menyalakan AC ketika mesin sedang dipanaskan justru membuat mesin membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai suhu kerja ideal. Lantas, apakah anggapan tersebut benar? Jawabannya bisa iya, tetapi pengaruhnya relatif kecil dan sangat bergantung pada kondisi mesin serta sistem pendingin mobil.

Ketika AC dinyalakan, kompresor AC pada mobil konvensional umumnya akan bekerja dan memberikan tambahan beban kepada mesin. Beban tersebut membuat mesin harus menghasilkan tenaga lebih besar meskipun mobil sedang dalam kondisi diam. Menariknya, tambahan beban ini justru dapat membuat mesin menghasilkan panas lebih cepat karena pembakaran bekerja sedikit lebih berat. Jadi, secara teori, menyalakan AC tidak otomatis membuat mesin lebih lama panas. Bahkan pada kondisi tertentu, beban dari kompresor AC dapat membantu mesin mencapai temperatur kerja sedikit lebih cepat.

Lalu dari mana anggapan bahwa AC membuat mesin lebih lama panas? Salah satu penyebabnya adalah kerja sistem pendingin mesin. Saat AC aktif, kipas radiator atau kipas kondensor pada beberapa mobil dapat bekerja lebih sering untuk membuang panas dari sistem AC. Pergerakan udara tersebut memang membantu pelepasan panas di area depan kendaraan. Namun, bukan berarti panas mesin akan langsung "terhisap" sehingga temperatur mesin sulit naik. Sistem pendingin mesin dan sistem AC memiliki mekanisme kerja berbeda, meskipun keduanya berada di area yang berdekatan dan sama-sama melibatkan pelepasan panas.

Pada mobil modern dengan sistem injeksi dan manajemen mesin elektronik, sebenarnya tidak diperlukan waktu pemanasan yang terlalu lama ketika mobil akan digunakan. Setelah mesin menyala dan putaran idle sudah stabil, mobil umumnya dapat mulai dijalankan dengan lembut sambil menghindari akselerasi berat ketika mesin masih dingin. Cara ini justru membuat mesin mencapai temperatur kerja lebih efektif dibandingkan membiarkannya terlalu lama dalam kondisi idle. Karena itu, menyalakan AC ketika mesin masih dingin bukanlah sesuatu yang perlu terlalu dikhawatirkan selama kondisi sistem AC dan mesin memang sehat.

Yang lebih penting adalah memperhatikan kondisi kendaraan. Jika ketika AC dinyalakan putaran mesin turun drastis, mesin bergetar, idle tidak stabil, atau temperatur mesin justru menunjukkan perilaku tidak normal, hal tersebut bisa menjadi indikasi adanya masalah. Misalnya, kompresor AC mulai berat, sistem idle-up tidak bekerja optimal, throttle body kotor, atau terdapat gangguan pada sistem pendinginan. Dalam kondisi seperti ini, persoalannya bukan sekadar apakah AC membuat mesin lama panas, melainkan apakah mesin mampu menerima tambahan beban dari kompresor secara normal.

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia menambahkan sebenarnya ketika tujuannya untuk memanaskan mesin mobil itu tidak perlu sambil menyalakan AC, cukup buka saja seluruh jendela agar udara tetap bersirkulasi dan tidak menambah beban kerja mesin. Ketika AC on maka secara otomatis itu akan menambahkan beban yang lebih berat ke engine, padahal ketika mobil habis terparkir lama selama semalaman atau bahkan lebih oli belum melumasi komponen dengan baik.

Memanaskan mobil sebaiknya seluruh komponen elektronik seperti AC, audio, dan lampu semua dalam kondisi off. Memang kebiasaan mematikan seluruh komponen elektronik ketika setelah perjalanan itu sangat baik dilakukan, sehingga keesokan hari bisa dipastikan ketika akan cold start semua elektronik dalam kondisi off.

(Ihsan Ramadhana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....