Naik KRL, Berdiri Tetap Asyik dan Happy
- 09 Jul 2026 14:54 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pengguna setia KRL, berdiri di dalam kereta sudah jadi pemandangan biasa disetiap rute. Tapi siapa sangka, berdiri ternyata tidak selalu bikin kesel, ada senang dan nikmatnya juga lho.
Berdiri 30-45 menit di KRL sama saja seperti olahraga ringan badan jadi aktif, kalori kebakar, dan punggung tidak kaku karena kelamaan duduk. Anggap saja pengganti jam olahraga yang kelewat bonusnya, otot kaki jadi lebih kuat. Saat berdiri, HP jadi teman terbaik bisa dengerin podcast, baca e-book, dengerin playlist galau atau semangat, sampai balas chat yang numpuk. Mengingat pegangan satu tangan, fokus jadi ke satu hal, lumayan produktif.
Ramai, desakan, kereta goyang awalnya memang tida nyaman, namun lama-lama jadi terlatih buat sabar dan nerima keadaan. Sambil berdiri, kita belajar nikmatin momen yang bagus buai dengar suara petugas, lihat pemandangan di luar, atau sekadar tarik napasi ni mindfulness gratis. Berdiri bikin kita lebih dekat dengan penumpang lain bisa lihat ibu yang gendong anak, bapak-bapak yang ngalahin tempat buat lansia, anak sekolah yang ketawa bareng dan dari situ suka muncul rasa syukur kita tidak sendiri berjuang di jalan.
| Baca juga: Ikon Lampu Pop-Up Era 90an |
Seperti ungkapan salah satu karyawan swasta yang kerja dari Solo ke Yogyakarta, Ririn Kamis (9 Juli 2026) yang setiap harinya pengguna jasa transportasi umum KRL, menggunakan transportasi KRL sangat enjoy dan senang karena tidak bikin kantong kempes juga on time dan anti macet serta banyak temen seperjuangan . Moda trasportasi KRL adalah transportasi yang paling efektif dan efisien disamping tarifnya juga ramah di kantong walaupun berdiri sejam tapi ongkos Cuma Rp8.000 dan bebas macet? Terjangkau (Worth it) banget.
Bahkan Rini memberikan beberapa tips supaya berdiri tetap nyaman :
Pilih posisi strategis: Dekat tiang pegangan atau dekat pintu tapi jangan menghalangi.
Baca juga: Mesin Awet? Jangan Salah Kebiasaan!Pakai tas ransel di depan: Lebih aman dan nggak nyenggol orang.
Sepatu nyaman: Hindari heels atau sandal tipis kalau jam sibuk.
Atur napas: Kalau mulai sumpek, tarik napas pelan dan fokus ke tujuan.
Bawa tisu/basah: Jaga-jaga kalau gerah.
Berdiri di KRL itu soal mindset memang kalau dilihat sebagai beban, capeknya berlipat, tapi kalau dilihat sebagai bagian dari perjalanan, ada banyak hal kecil yang bisa disyukuri. Setuju nggak? Kamu tim duduk atau tim berdiri nih pas naik KRL? (tono_LPU).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....