Cara Panen Kuaci Bunga Matahari agar Berkualitas dan Siap Diolah

  • 30 Jun 2026 22:47 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kuaci merupakan biji bunga matahari (Helianthus annuus L.) yang telah dikeringkan dan umumnya diolah sebagai camilan bergizi. Kualitas kuaci sangat dipengaruhi oleh waktu dan teknik panen. Pemanenan yang terlalu cepat menghasilkan biji yang belum terisi penuh, sedangkan panen yang terlambat meningkatkan risiko biji rontok, terserang burung, atau mengalami penurunan mutu akibat kelembapan.

Berdasarkan Jurnal Agronida (2022) karya Martinsyah dan kawan ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan ketika panen kuaci biji bunga matahari. Oleh karena itu, petani perlu memahami tanda kematangan bunga matahari sebelum memanen.

1. Menentukan Waktu Panen yang Tepat

Langkah pertama dalam memanen kuaci adalah memastikan bunga matahari telah mencapai kematangan fisiologis. Ciri-cirinya antara lain bagian belakang kepala bunga berubah warna dari hijau menjadi kuning kecokelatan hingga cokelat, kelopak mulai mengering, dan sebagian besar daun tanaman telah layu. Pada kondisi ini, biji telah berkembang sempurna sehingga memiliki ukuran, bobot, dan kandungan minyak yang optimal. Proses pemanenan dilakukan setelah tanaman mencapai fase matang, kemudian biji yang diperoleh digunakan untuk karakterisasi kualitas seperti panjang biji, diameter, bobot 100 biji, dan persentase biji hampa. Hal tersebut menunjukkan bahwa kematangan saat panen sangat menentukan mutu hasil panen.

2. Memotong Kepala Bunga

Setelah tanaman matang, kepala bunga dipotong menggunakan gunting pangkas atau pisau tajam dengan menyisakan sebagian tangkai sekitar 10–20 cm. Pemotongan dilakukan pada cuaca cerah agar kadar air pada bunga tidak terlalu tinggi. Cara ini membantu mengurangi risiko pertumbuhan jamur selama proses pengeringan dan menjaga kualitas biji tetap baik.

3. Mengeringkan Kepala Bunga

Kepala bunga yang telah dipanen kemudian dikeringkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara digantung atau diletakkan di atas rak hingga bagian belakang bunga benar-benar kering. Tahap ini penting karena kadar air yang rendah akan mempermudah pelepasan biji sekaligus mengurangi risiko kerusakan selama penyimpanan. Upaya peningkatan kualitas pengeringan bahkan telah dikembangkan melalui teknologi rak pengering untuk menjaga mutu biji bunga matahari secara lebih konsisten.

4. Memisahkan Biji dari Kepala Bunga

Setelah kepala bunga kering, biji dapat dipisahkan dengan menggosok permukaan bunga menggunakan tangan atau sikat berbulu halus hingga seluruh biji terlepas. Biji kemudian dibersihkan dari sisa bunga, debu, dan kotoran lainnya. Tahap ini sebaiknya dilakukan secara hati-hati agar kulit biji tidak pecah sehingga kualitas kuaci tetap terjaga.

5. Menjemur dan Menyortir Biji

Biji yang telah dipisahkan dijemur kembali hingga kadar airnya rendah sehingga aman disimpan. Setelah kering, dilakukan penyortiran untuk memisahkan biji yang hampa, rusak, atau berukuran kecil. Parameter seperti bobot 100 biji dan persentase biji hampa menjadi indikator penting dalam menilai mutu hasil panen bunga matahari. Semakin rendah jumlah biji hampa dan semakin tinggi bobot biji, semakin baik kualitas kuaci yang dihasilkan.

6. Penyimpanan Sebelum Diolah

Biji bunga matahari yang telah kering sebaiknya disimpan di dalam wadah kedap udara pada ruangan yang sejuk dan kering. Penyimpanan yang baik mampu mempertahankan viabilitas biji sekaligus mencegah pertumbuhan jamur maupun serangan serangga. Apabila akan diolah menjadi kuaci, biji dapat melalui proses perendaman dalam larutan garam, penyangraian, atau pemanggangan sesuai kebutuhan industri maupun rumah tangga. (Nuri)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....