Thermostat Dilepas, Mesin Aman atau Malah Bahaya?

  • 21 Apr 2026 10:36 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Masih banyak pemilik mobil yang percaya bahwa melepas thermostat pada sistem pendingin bisa membuat suhu mesin jadi lebih dingin. Logikanya sederhana: tanpa thermostat, air radiator bisa langsung bersirkulasi tanpa hambatan. Tapi, apakah benar cara ini efektif dan aman?

Thermostat adalah komponen penting dalam sistem pendingin mesin yang berfungsi mengatur aliran cairan radiator berdasarkan suhu mesin. Saat mesin masih dingin, termostat akan menutup agar mesin cepat mencapai suhu kerja ideal. Setelah suhu tertentu tercapai, barulah thermostat membuka dan memungkinkan air bersirkulasi ke radiator untuk didinginkan.

Secara teori, tanpa thermostat, air radiator akan terus bersirkulasi sejak mesin dinyalakan. Banyak yang mengira ini akan membuat mesin lebih dingin. Namun kenyataannya tidak sesederhana itu. Melepas thermostat ini memiliki beberapa efek antara lain:

  1. Mesin justru bisa tidak stabil suhunya, tanpa thermostat, mesin akan kesulitan mencapai suhu kerja ideal. Akibatnya, suhu bisa terlalu dingin saat awal, lalu naik secara tidak terkontrol saat beban berat.
  2. Pendinginan tidak maksimal, aliran air yang terlalu cepat justru bisa membuat proses pelepasan panas di radiator menjadi kurang optimal. Air “keburu balik” sebelum sempat didinginkan secara maksimal.
  3. Konsumsi BBM lebih boros, mesin yang bekerja di bawah suhu ideal cenderung lebih boros bahan bakar karena pembakaran tidak sempurna.
  4. Risiko kerusakan jangka panjang, mesin yang terlalu dingin atau tidak stabil bisa mempercepat keausan komponen seperti piston dan silinder.

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia tidak satu pendapat dengan teori ini, sebab di Indonesia memiliki iklim tropis yang cenderung panas ditambah dengan kondisi jalanan yang mayoritas terjadi kemacetan. Sehingga teori ini mungkin tidak relevan terjadi pada mobil yang beroperasi di Indonesia.

Pada beberapa mobil pabrikan Jepang tahun produksi 1980 an - 2016 dipastikan aman apabila dilepas thermostatnya. Efek samping dari pelepasan thermostat ini hanyalah mesin mobil akan membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk panas, sebab sirkulasi coolant akan langsung berputar sehingga mesin memerlukan waktu untuk bisa memanaskan coolant hingga suhu optimal.

Namun perlu diperhatikan bahwa pencabutan thermostat ini tidak direkomendasikan untuk mobil pabrikan Jepang tahun 2016 keatas. Sebab pada beberapa kasus hal ini tidak dapat dilakukan, sama halnya seperti mobil pabrikan Eropa yang didesain untuk selalu menggunakan thermostat. Apabila thermostat dicabut maka sensor suhu akan membaca itu overheat, padahal suhu riil nya masih jauh dari overheat.

Pelepasan atau penggantian thermostat ini direkomendasikan untuk mobil-mobil yang sudah cukup berumur, sebab komponen komponen thermostat yang sudah macet / nyangkut ini malah bisa menjadi penyebab overheat. Apabila sudah dilakukan penggantian atau pelepasan thermostat disarankan juga untuk sekalian mengganti coolant yang berkualitas dan melakukan korok radiator untuk mendapatkan pendinginan maksimal.

(Ihsan Ramadhana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....