BBM RON Tinggi Dipakai Harian, Benarkah Tidak Disarankan?
- 30 Mar 2026 15:25 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Banyak pemilik mobil percaya bahwa menggunakan bahan bakar dengan angka oktan atau RON (Research Octane Number) lebih tinggi selalu lebih baik untuk mesin. Namun di sisi lain, muncul juga anggapan bahwa penggunaan BBM dengan RON lebih tinggi dari rekomendasi pabrikan justru tidak disarankan untuk penggunaan harian karena bisa memperpendek usia sparepart mesin. Lalu, apakah anggapan ini benar atau hanya sekadar mitos otomotif?
Pada dasarnya, angka RON menunjukkan kemampuan bahan bakar dalam menahan knocking atau detonasi dini di dalam ruang bakar. Semakin tinggi angka RON, maka semakin besar kemampuan bahan bakar tersebut untuk menahan tekanan dan temperatur tinggi sebelum terbakar. Itulah sebabnya mobil dengan rasio kompresi tinggi biasanya membutuhkan BBM dengan RON lebih tinggi agar pembakaran tetap stabil dan optimal.
| Baca juga: Salah Pilih Oli Bisa Bikin Pompa Oli Jebol? |
Namun perlu dipahami bahwa penggunaan BBM dengan RON lebih tinggi dari yang direkomendasikan pabrikan sebenarnya tidak berbahaya bagi mesin. Mesin mobil modern umumnya dilengkapi dengan berbagai sensor seperti knock sensor dan ECU yang mampu menyesuaikan timing pengapian agar proses pembakaran tetap efisien. Dengan kata lain, mesin tetap dapat beroperasi dengan aman meskipun menggunakan BBM dengan RON yang lebih tinggi.
Lalu mengapa ada anggapan bahwa penggunaan BBM RON tinggi dapat memperpendek usia sparepart mesin? Biasanya hal ini muncul karena salah kaprah dalam memahami fungsi angka oktan. BBM dengan RON lebih tinggi bukan berarti menghasilkan tenaga lebih besar pada semua mesin. Jika mesin dirancang untuk RON yang lebih rendah, maka penggunaan RON lebih tinggi hanya membuat pembakaran menjadi lebih stabil, tetapi tidak otomatis meningkatkan performa atau efisiensi secara signifikan.
Dalam kondisi tertentu, penggunaan BBM RON lebih tinggi justru bisa memberikan manfaat tambahan. Misalnya pada mesin yang sudah mulai mengalami penumpukan karbon atau ketika mobil sering digunakan pada kondisi beban berat dan suhu tinggi. BBM dengan oktan lebih tinggi cenderung lebih tahan terhadap knocking sehingga mesin dapat bekerja lebih halus dan aman.
Meski demikian, penggunaan BBM dengan RON lebih tinggi dari rekomendasi pabrikan sering kali tidak memberikan keuntungan yang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Harga BBM dengan oktan tinggi biasanya lebih mahal, sementara performa mesin tidak selalu meningkat secara signifikan jika mesin memang tidak membutuhkan RON setinggi itu.
Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia sedikit memiliki pendapat yang berbeda, dimana ia berpendapat bahwa ketika menggunakan bensin dengan RON lebih tinggi maka mesin mobil bekerja menjadi jauh lebih panas. Sehingga semua seal yang berbahan dari plastik dan karet akan lebih cepat getas. Maka dari itu RON yang lebih tinggi tidak disarankan untuk digunakan secara daily. Apabila anda ingin membuktikannya bisa coba bandingkan ketika mobil anda direkomendasikan menggunakan BBM dengan RON 92 maka ketika ganti menggunakan RON 98 pasti kap mesin akan terasa lebih panas ketika dipegang.
(Ihsan Ramadhana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....