Cuci Kolong Mobil, Aman atau Tidak?
- 23 Feb 2026 11:33 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Banyak pemilik mobil masih ragu melakukan cuci kolong karena takut sensor-sensor di bawah mobil rusak akibat semprotan air bertekanan tinggi. Kekhawatiran ini wajar, mengingat mobil modern kini dipenuhi sensor elektronik yang menunjang keselamatan dan performa kendaraan. Namun, apakah benar mencuci kolong mobil selalu berisiko merusak sensor?
Pada dasarnya, sensor-sensor yang terpasang di kolong mobil seperti sensor ABS, sensor kecepatan roda, hingga sensor ketinggian suspensi sudah dirancang untuk menghadapi kondisi ekstrem. Sensor tersebut memiliki pelindung dan seal khusus agar tahan terhadap air, lumpur, dan debu yang sering ditemui saat mobil digunakan di jalan basah atau berlumpur.
Masalah biasanya muncul bukan karena airnya, melainkan cara mencuci kolong yang keliru. Penggunaan semprotan air bertekanan sangat tinggi dengan jarak terlalu dekat dapat memaksa air masuk ke celah konektor kabel yang sudah getas atau rusak. Kondisi ini sering terjadi pada mobil yang usianya sudah cukup lama atau jarang dirawat bagian bawahnya.
Selain itu, mencuci kolong mobil saat mesin masih panas juga berpotensi menimbulkan masalah. Perbedaan suhu ekstrem antara air dingin dan komponen panas bisa membuat material sensor atau kabel mengalami penyusutan mendadak, yang dalam jangka panjang dapat mempercepat kerusakan.
Sebaliknya, jika dilakukan dengan cara yang benar, cuci kolong justru sangat dianjurkan. Kotoran, lumpur, dan sisa garam dari air hujan bisa menempel dan memicu karat pada rangka serta dudukan sensor. Jika dibiarkan, korosi ini malah bisa menyebabkan sensor error atau pembacaan data menjadi tidak akurat.
Agar tetap aman, gunakan tekanan air sedang, jaga jarak semprotan, dan hindari mengarahkan air langsung ke konektor sensor. Jika memungkinkan, lakukan cuci kolong di tempat profesional yang memahami titik-titik sensitif pada mobil modern, terutama mobil dengan banyak sistem elektronik aktif.
Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia berpendapat bahwa tidak benar adanya jika ada yang mengatakan mencuci kolong mobil dapat merusak sensor-sensor yang terdapat pada mobil. Justru ketika mencuci mobil tidak hanya bagian body atas saja, namun kolong mobil juga wajib dicuci. Sebab apabila terdapat bagian kolong yang lecet dan tertutup oleh kotoran lumpur atau debu maka dapat memicu timbulnya karat pada komponen undercarriage mobil. Dengan teknik pencucian yang tepat, cuci kolong justru membantu menjaga performa, keselamatan, dan keawetan sensor-sensor mobil dalam jangka panjang.
(Ihsan Ramadhana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....