Wayang Orang RRI Surakarta 'Rimong Bathik', Dilema Asmara Arjuna Banowati
- 11 Jul 2024 23:30 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia LPP RRI) Surakarta melalui tim kesenian Pro 4 RRI Surakarta, kembali menggelar wayang orang panggung rutin, Selasa 9 Juli 2024, mengangkat cerita Rimong Bathik.
Sutradara lakon Rimong Bathik Ali Marsudi menyampaikan, lakon ini merupakan dilema asmara Arjuna - Banowati. Dalam dunia wayang ditafsirkan Cinta Arjuna - Banowati adalah cinta pertama, namun tidak berakhir di pelaminan.
Secara sekilas lakon ini bercerita tentang Banowati dan Arjuna yang sudah saling mencintai, namun terpaksa Banowati harus menerima pinangan Prabu Duryudana dari kerajaan Hastina. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keharmonisan hubungan antar negara Mandaraka dengan Hastinapura.
Salah satu hal penting dalam lakon ini, Dewi Banowati mensyaratkan kepada Duryudana, agar Arjuna menjadi juru rias pengantin. Arjuna merasa kesal, mengapa dia yang merasa diingkari janjinya, justru ditunjuk sebagai juru rias pengantin.
Perdebatan dengan suasana saling kesal pun terjadi, Arjuna menuduh Banowati ingkar janji, sementara Banowati punya alasan sendiri. Kesanggupan Arjuna untuk menjadi juru paes pengantin sebenarnya sangat tidak diharapkan oleh Banowati, karena kesanggupan Arjuna justru membuat pernikahan Banowati dengan Duryudana harus terjadi. Karena dengan demikian Duryudana berhasil melengkapi persyaratan . Arjuna yang tidak "tanggap ing sasmitå", dari Banowati, menjadi sangat menyesal. Namun nasi sudah menjadi bubur, kesanggupan menjadi juru rias telah terucap. Dan dengan demikian Arjuna tidak bisa mengelak harus menerima keadaan.
Kalimat bijak: "Apapun upaya manusia tetap tidak mampu menentang takdir" , atau dalam ungkapan sastra pedalangan disebutkan "Kridhaning ati tan biså mbêdhah kuthaning pasthi, budidayaning mangungså tan bangkit ngungkuli garising kang kawasa" sedang bekerja.

Akhirnya Banowati harus tetap menjalani takdir sebagai istri Prabu Duryudana. Namun cinta Banowati kepada Arjuna tak pernah luntur. Banowati memberi Rimong Bathik, sebagai pertanda cinta kasihnya kepada Arjuna. Rimong Bathik (semacam kain syal) simbol yang bermakna bahwa secara lahir Banowati milik Duryudana, tetapi atau hati Banowati milik Arjuna.
Fitria Trisna, pemeran Dewi Banowati merasa tertantang untuk memerankan tokoh tersebut dengan berbagai dinamika ekspresi dan perasaan. Fitria mengaku: Saya harus secara ekstra menghafalkan dialog, tembang, lengkap dengan tata tari dan gestur sebagai seorang yang galau, ini sebuah tantangan tersendiri". Ungkapnya kepada rri.co.id
Bangunan cerita rimong batik dilengkapi dengan kehadiran tokoh-tokoh: Prabu Jayalengkara raja Ngrancangpura yang jatuh cinta kepada Banowati, Keluarga Kerajaan Mandaraka, permaisuri, putra2 dan menantu, Para Pandawa, dan keluarga Hastinapura.
Wayang Orang Rimong Bathik malam itu adalah penampilan seniman Seniwati RRI Surakarta (Ali Marsudi - Arjuna, Mariyani (Setyawati, Joko Narno Duryudana, Sanggita Setyaji - Prabu Jayalengkara, Dewa-Yaksa Cakil, Wahyu Sapta-Patih Jaya Mustika, Fitria Trisna - Banowati, Yohana - Erawati, Nining Wulandari - Bratajaya, Tri Harjanto - Puntadewa, Ruseno-Semar, Joko Priyono - Bagong); didukung seniman Wayang Orang Sriwedari dan mahasiswa dan Alumni ISI Surakarta (Sidik Suradi-Prabu Salya, Agus Prasetya-Prabu Kresna, Joko Naryoto-Baladewa, Guntur Kusuma - Werkudara, Triageng G Mukti Prabu Karna, Sadi Bei - Petruk, Tira Mayasari-Dewi Surtikanthi, Patih Sengkuni - Abi Baskara, Dursasana Kakung, dll).
Ali Marsudi sebagai sutradara, bekerjasama dengan Tim Kreatif ( Wahyu Sapta-Asisten Sutradara, Sanggita Setyaji, Dewa, Fitri sebagai Penata Tari, Topo Martatmo - Penata Musik, Edy Sulistiono - dalang) telah menyusun alur cerita, membangun suasana rasa dinamis, dengan eksekusi pemanggungan berupa tata tari, tata musik, dialog, tembang, narasi, tata panggung, tata cahaya, kemampuan keaktoran para pemain membuat pertunjukan menjadi menarik dari awal hingga akhir.
Pertunjukan Wayang Orang malam itu dihadiri penonton yang memenuhi kapasitas auditorium Sarsito Mangunkusumo sejumlah 500 tempat duduk, dan penonton bertahan dari awal hingga akhir.
Seorang penonton Widyastuti terbawa dalam adegan Arjuna Banowati, berkomentar : "Pokoknya sebel banget kalau ada adegan Arjuna begitu mengekspresikan cintanya selain pada Sembadra, Sementara semalam jelas banget ekspresinya." Dan akhirnya sadar bahwa saat itu ternyata Arjuna belum menikah dengan Sembadra.
Pentas Wayang Orang Lakon Rimong Bathik dapat disaksikan melalui channel youtube RRI Surakarta. (Ali Marsudi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....