Gaet Generasi Muda, Festival Payung Hadirkan Pakar Edukasi Olah Sorgum

  • 14 Sep 2026 04:58 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta- Pengenalan sorgum sebagai salah satu alternatif pangan lokal dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami potensi komoditas pangan di Indonesia. Pengetahuan tersebut tidak hanya mencakup pemanfaatan sorgum sebagai bahan pangan, tetapi juga proses pengolahan dari hulu hingga hilir.

Hal tersebut menjadi bagian dari kegiatan “Workshop Sorgum dan Tempe Sorgum” yang dipandu pakar pangan Muchammad Rifai, 4 September 2026. Kegiatan yang dipresentasikan Mataya Arts & Heritage tersebut diikuti puluhan peserta yang mayoritas merupakan pelajar dan anak muda.

Dalam lokakarya tersebut, Muchammad Rifai mengenalkan karakteristik dan manfaat sorgum serta potensinya sebagai bahan pangan alternatif. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai proses budidaya sorgum, mulai dari penanaman hingga pengolahan bijinya menjadi tempe.

Menurut penyelenggara, pengenalan tersebut dirancang tidak sekadar memperkenalkan produk olahan sorgum, tetapi juga memberikan pengalaman belajar mengenai perjalanan pangan dari proses produksi hingga siap dikonsumsi. Pendekatan tersebut membuka pemahaman peserta terhadap berbagai kemungkinan pengembangan komoditas lokal.

Tempe dipilih sebagai salah satu bentuk olahan sorgum karena makanan tersebut telah lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Penggunaan sorgum sebagai bahan tempe sekaligus memperlihatkan peluang diversifikasi pangan melalui pemanfaatan komoditas lokal.

Pengenalan pangan lokal kepada generasi muda juga dapat dilakukan melalui pendekatan yang dekat dengan pengalaman dan kreativitas mereka. Dengan memahami bagaimana suatu bahan pangan diproduksi dan diolah, generasi muda tidak hanya melihat pangan sebagai produk konsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari pengetahuan dan potensi ekonomi.

Upaya mengenalkan sorgum juga memperlihatkan keterkaitan antara pangan, budaya, dan kehidupan masyarakat. Pengetahuan mengenai komoditas lokal dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keberagaman pangan sekaligus memperluas pilihan sumber pangan masyarakat.

Melalui kegiatan edukasi dan praktik pengolahan seperti workshop sorgum dan tempe sorgum, generasi muda dapat diperkenalkan pada potensi pangan lokal secara lebih dekat. Pemahaman tersebut diharapkan mendorong tumbuhnya ketertarikan untuk mengenal, mengolah, dan mengembangkan pangan lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.(Lutfan-UIN/Magang)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....